Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Balikpapan di bawah kepemimpinan Adam Dustin Bhakti membuat tiga program dalam menjalankan kepengurusan barunya. Tiga program itu disebut 3 Si, yakni edukasi, relasi dan aksi.
Ini disampaikan oleh Ketua Bidang VIII BPC HIPMI Balikpapan, Ahmad Rizal usai dilantik di Hotel Novotel, Minggu (21/7/2024) malam.
Sebagai ketua yang membidangi pariwisata, ekonomi kreatif, informasi dan komunikasi BPC HIPMI Balikpapan, Ahmad Rizal menyampaikan akan bersungguh-sungguh menjalankan program tersebut.
"Arahan Ketum Adam, kita harus mampu menjalankan tiga program itu. Tentu kita menyambut optimis dan antusias," ucap Rizal.

Menurutnya, tiga program itu juga menjadi peran penting di bidangnya. Apalagi dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, khususnya Kota Balikpapan.
"Kita sektor pariwisata di Kota Balikpapan, kita punya wisata bahari yang menjadi favorit masyarakat untuk berlibur. Kita ada Pantai Manggar Segara Sari, Pantai Lamaru dan pantai lainnya," ujarnya.
Dikatakannya, pantai di Kota Balikpapan akan lebih mempesona ketika pengelolaannya dilakukan secara baik dan benar. Bukan hanya fasilitas yang harus disediakan, tapi Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu menjadi penunjang agar dapat meningkatkan jumlah pengunjung. Hal ini juga berlaku pada sektor pariwisata selain wisata bahari.
"Dengan SDM yang humanis, pengunjung pasti akan kembali ke tempat tersebut. Sehingga pengunjung bukan hanya menikmati keindahan alamnya, tetapi juga harus memberi kesan terhadap pelayanan yang ada di dalam tempat wisata," ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengaku hal tersebut juga berkaitan dengan ekonomi kreatif dan informasi dan komunikasi.
"Jika pelayanannya sudah baik, maka perlu bagi pelaku ekonomi kreatif ini untuk menjalankan usahanya se-kreatif mungkin. Kita harus memberikan sebuah nilai terhadap usaha yang kita jalani, sehingga bukan hanya transaksi yang tercipta tetapi rasa kepuasan antar kedua belah pihak," terangnya.
Menurutnya, usaha tanpa nilai hanya sebuah keniscayaan belaka. Apalagi usaha tersebut nantinya akan berdampak hal buruk yang terjadi tidak diinginkan.
"Kita harus berani berubah untuk menjadi lebih baik lagi," tegasnya.
Sehingga, kata dia, dengan pariwisata dan ekonomi kreatif yang dibungkus sedemikian rupa. Tentu informasi dan komunikasi akan berjalan dengan baik, semua beriringan dengan dampak yang baik pula.
Namun, diakuinya, hal tersebut tidak akan bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari pemerintah.
"Beri kami peran, beri kami kesempatan, beri kami kepercayaan, kami yakin bisa berjalan bersama-sama untuk mewujudkan Indonesia Emas," imbuhnya. (*)


