KaltimKita.com, KUTAI TIMUR – Perhelatan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1443 H yang terlaksana di kediaman pribadi anggota DPRD Kutim Masdari Kidang di Gang Kedung Rejo jalan Kalimutu RT 05 nomor 18 Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur, Rabu (3/11/2021) tanpa di hadiri Bupati Kutim Drs H Ardiansyah Sulaiman, M.Si dan Wabup Kutim Dr H Kasmidi Bulang, ST., M.Si.
Hal inilah yang diungkapkan melalui figur anggota DPRD Kutim, Kidang mengisahkan di saat pilkada 2020 lalu banyak para kontituennya di arahkan dalam memenangkan suara dukungan ke ASKB. “Saya ingat betul, waktu kampanye dapat hadir naik ke rumah untuk bersosialisasi. Padahal saya tanpa mengurangi rasa hormat telah mengundang bupati maupun wabup tapi tidak hadir apa kami ini dibutuhkan di saat pilkada saja, atau menyetujui arah kebijakan pemerintah terlebih dalam mengeksekusi pemanfaatan APBD baik murni, perubahan termasuk juga rasionalisasi pokir,” kata Kidang dengan nada kecewa.
Apa yang dirasakan Kidang turut dirasakan oleh perwakilan dewan lainnya yang merasakan hal sama. “Begitu juga pelantikan, kami tidak dilibatkan. Kalau seperti ini ceritanya, ke depannya masa pilkada 2024 mendatang, kita akan berpikir ulang untuk dapat kembali mendukung pasangan saat ini,” beber Kidang.
Kidang menegaskan bahkan dirinya susah payah meyakinkan kontituen agar tidak pindah ke lain hati. “Ya saya sekarang dapat menilai bagaimana tipikal kepemimpinan keduanya. Yah terima kasih kalau begitu,” ucapnya.
Dirinya lebih menghargai pihak – pihak yang telah hadir seperti Ketua DPRD Kutim, Joni, S.Sos, Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, SE., M.Si, lintas forkopimda seperti TNI – Polri seperti perwakilan dari Lanal Sangatta, Polres Kutim hingga Kejaksaan Negeri Kutim. Terkhusus masyarakat setempat kediamannya terlebih warga Bengalon yang mau jauh – jauh turun.
“Di zaman sebelum periode masa sekarang, sesibuk – sibuknya bupati maupun wabup jika berhalangan hadir biasa ada basa – basinya melalui Pemkab Kutim dengan mengutus perwakilan pejabatnya atau bisa diinformasikan melalui protokol apabila berhalangan,” urai Kidang.
Kidang pada sambutannya dihadapan masyarakat di sela perhelatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, mau tidak mau dengan berat hati menyampaikan di hadapan tamu undangan yang kebanyakan dari bagian masyarakat dengan menjelaskan bahwasannya bupati dan wabup berhalangan hadir, tanpa disertai alasan secara jelas. “Walau tanpa kehadiran keduanya acara tetap berlangsung khimad dan dihadiri kurang lebihnya 400 tamu undangan,” tutup Kidang.(aji/ rin)


