Tulis & Tekan Enter
images

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo

Kilang Terbesar RI Siap Beroperasi, Pemkot Balikpapan Dorong Warga Lokal Miliki Sertifikasi

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan akan segera beroperasi penuh dan diprediksi mampu menyerap hingga 23.000 tenaga kerja.  

Pemkot Balikpapan meminta warga lokal segera memperkuat sertifikasi dan keahlian. Sehingga dapat bersaing dalam memenuhi kebutuhan operasional kilang minyak terbesar di Indonesia tersebut.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait operasional kilang. Dia menegaskan pentingnya prioritas penyerapan tenaga kerja bagi warga Balikpapan dan Kalimantan Timur.

"Kami berharap prioritas untuk warga Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur bisa terserap. Namun, masyarakat juga harus bersiap diri dengan meningkatkan skill," ujar Bagus saat memberikan keterangan, Senin (4/5/2026).

Dia menjelaskan, saat ini proses konstruksi telah rampung dengan menyisakan sekitar 10.000 pekerja. Begitu kilang beroperasi secara maksimal, kebutuhan personel diperkirakan melonjak drastis hingga 23.000 orang.

Dalam menghadapi persaingan tersebut, Pemkot Balikpapan mendorong warga memanfaatkan berbagai fasilitas pelatihan. 

Mulai dari mengikuti Balai Latihan Kerja (BLK), program sertifikasi mandiri, maupun mencari pelatihan yang disediakan Disnaker Balikpapan. 

Selain itu, terdapat program magang nasional dari pemerintah pusat yang menyediakan gaji serta sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

Menurutnya putra-putri daerah harus berupaya maksimal untuk meningkatkan skill dan keterampilan.

"Kita harus tetap bersaing sehat dengan meningkatkan skill dan keterampilan. Jangan sampai kalah dengan pendatang. Mudah-mudahan warga Balikpapan lebih banyak yang diterima," pungkasnya.

Sehingga tidak ada istilah hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Terlebih Balikpapan sebagai kota jasa dan industri, selalu menjadi daya tarik bagi pencari kerja dari seluruh penjuru Indonesia. 

Jika kesenjangan keterampilan ini tidak segera ditambal, kuota 23.000 pekerja akan secara alami terisi oleh mereka yang datang dengan sertifikat lengkap dari luar daerah. Dia menegaskan masalah ini harus menjadi perhatian serius masyarakat. (ang)


TAG

Tinggalkan Komentar

//