KaltimKita.com, BALIKPAPAN - Tim penguatan ekosistem perguruan tinggi vokasi (PTV) Kaltim-Kaltara (Kaltimra) menggelar focus group discussion (FGD) dan business matching bertema Innovation Planning Pendidikan Vokasi bagi Pembangunan Kaltim dan Kaltara. Agenda tersebut berlangsung di Gedung Terpadu Lantai Empat Poltekba, Rabu (6/3/2024).
Ketua Tim penguatan ekosistem Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) di Kaltim dan Kaltara Surahman mengatakan FGD ini dilaksanakan untuk mendapatkan masukan dan inovasi dari pemangku kepentingan dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kepada pelaku dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Inovasi versi mereka itu seperti apa. Baik dari sisi produksinya, marketingnya pengembangan produk atau apapun. Setelah dapat masukan, baru kami Menyusun inovasi planning nya untuk jangka pendek dalam dua tahun ke depan,” jelas Surahman.
Tak hanya persoalan inovasi DUDI, PTV lanjut dia soal rencana Pembangunan di Kaltim-Kaltara akan menyinkronkan dengan program pemerintah. Termasuk isu utama di Kaltim-Kaltara yakni kehadiran Ibu Kota Nusantara. Kehadiran PTV, menurutnya untuk membantu mendorong Pembangunan baik infrastruktur, sosial, budaya maupun lainnya,
“Termasuk persoalan tenaga kerja. Kami membantu dengan melakukan pelatihan yang sesuai kebutuhan IKN,” katanya.
Direktur Poltekba Ramli, S.E., M.M membuka acara FGD.
Dalam FGD kali ini turut hadir Direktur Direktur Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Muhsin Palinrungi. Ia sangat mendukung kegiatan FGD ini. Kehadiran pendidikan vokasi cukup penting ditengah Pembangunan IKN yang sedang berjalan. Tentunya, akan banyak membutuhkan tenaga-tenaga ahli dan keterampilan. “Saat sekarang ini, bisa ditempuh hal seperti itu. Dengan meningkatkan keterampilan melalui kolaborasi dengan pendidikan vokasi,” kata Muhsin Palinrungi.
Memang, ia mengaku peningkatan SDM sangat diperlukan. Sehingga dapat menghasilkan generasi muda dengan keterampilan khusus. Mengingat ke depan akan banyak orang datang ke Kaltim untuk mencari kerja.
“Dengan adanya industri yang dibangun, tentu membutuhkan tenaga kerja yang punya keterampilan khusus. Artinya pendidikan vokasi, salah satu instansi yang akan menciptakan hal tersebut. Upaya pertama yang dilakukan bagaimana kolaborasi antara pendidikan vokasi dan IKN. Membuat semacam MoA ataupun MoU. Ini akan sejalan dengan program di bidang pemberdayaan masyarakat yang punya program pengembangan keterampilan masyarakat,” jelasnya.

Sementara, Direktur Poltekba Ramli, S.E., M.M dalam pemaparannya turut mengucapkan terima kasih karena telah mempercayakan Poltekba sebagai tuan rumah diskusi. FGD ini cukup penting bagi kampus vokasi. Karena inovasi tidak bisa terjadi tanpa kolaborasi.
"Untuk seluruh komponen, tidak ada yang bisa diraih tanpa kerjasama. Sinergi dan kolaborasi dilakukan untuk mendorong kemajuan kemandirian infrastruktur dan ekonomi. Terutama bagi daerah penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda,” ujar Ramli, S.E., M.M.
Sebagai informasi, tim penguatan ekosistem PTV merupakan kolaborasi empat PTV di Kaltim, yakni Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Politeknik Negeri Pertanian (Politani), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dan Politeknik Negeri Nunukan (PNN). (and)


