Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle merasa optimis terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan pasca pandemi.
Oleh karena itu, ia pun mendorong Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) yang dulunya bernama Dispenda Balikpapan, agar lebih serius menggali PAD Kota Beriman.
Ya, hal itu disampaikannya, setelah pihaknya melaksanakan rapat bersama BPPDRD dalam membahas rencana penurunan target PAD 2023 yang nilainya sekitar Rp 1,3 triliun.
"Mereka (BPPDRD) merasa keberatan waktu rapat pembahasan anggaran itu," katanya Sabaruddin saat ditemui di Gedung Parlemen Balikpapan, Rabu (9/8/2023).
Ia menjelaskan, target PAD Kota Balikpapan selalu meningkat setiap tahunnya. Di mana, kata dia, sejak lima tahun lalu target PAD Kota Balikpapan selalu meningkat. Dari awalnya hanya sekitar Rp 400 juta, lalu naik menjadi Rp 600 jutaan dan hingga kini menembus diangka Rp 1 triliun.
Apalagi, informasi yang didapatnya dari Komisi II DPRD Kota Balikpapan, bahwa realisasi PAD pada Semester I Januari - Juli 2023 sudah mencapai sekitar 40 persen.
"Makanya sekarang saya yakin, jangankan Rp 1,3 triliun lebih dari itu ada capaiannya. Itu kalau mereka serius menggali potensi PAD," tuturnya.
Menurutnya, upaya memaksimalkan pemasukan kas daerah masih terbatas pada sistem kontrol atau pengawasan objek pajak. Misalnya, hasil temuan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Balikpapan. Masih menemukan dugaan kebocoran pajak Tempat Hiburan Malam (THM).
"Kalau mau seriusi pengawasan itu semua, memang tersentralisasi di Dispenda (BPPDRD). Pajak hiburan, pajak hotel, restoran. Itu banyak yang bisa digali. Kemudian pajak reklame yang belum maksimal," terangnya.
Kendati begitu, ia mendorong agar BPPDRD punya gagasan dan inovasi supaya bisa meningkatkan pendapatan dari objek pajak.
"Saya yakin dengan angka Rp1,3 Triliun sebenarnya bisa tercapai. Karena saat ini bisa dikalkukasi, disurvei di lapangan. Bisa tercapai, bisa lebih," terang Fraksi Gerindra itu.
Di sisi lain, Sabaruddin menilai ada kekhawatiran dari BPPDRD bahwa target itu tidak akan tercapai. Oleh karena itu untuk memotivasi capaian tersebut, ia mengusulkan agar Pemerintah Kota Balikpapan memberikan penghargaan kepada para OPD yang telah bekerja secara maksimal.
"Contohnya memberikan apresiasi untuk BPPDRD, demi memicu kinerjanya," ucap Dewan Dapil Balikpapan Timur itu.
"Dan OPD mesti dihimbau agar kinerja terus digenjot, khususnya bagi OPD yang berpotensi meningkatkan PAD, seperti sektor pariwisata," tuntasnya. (lex)


