Tulis & Tekan Enter
images

Kadisdik Balikpapan, Irfan Taufik

Tak Tersentuh Efisiensi, Irfan Taufik: Subsidi SPP hingga BOS Dipertahankan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan memastikan seluruh program prioritas di sektor pendidikan tetap berjalan tanpa pengurangan anggaran. Program pendidikan gratis, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga subsidi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dipastikan terus dipertahankan dan bahkan mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan yang menempatkan pendidikan sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

“Program prioritas Pak Wali tetap berjalan. Pendidikan gratis, dana BOS, subsidi SPP, tidak ada yang dikurangi. Bahkan dari tahun ke tahun anggarannya terus meningkat karena memang menjadi prioritas,” ujar Irfan, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, salah satu faktor utama peningkatan anggaran pendidikan adalah komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru non-ASN. Saat ini, rata-rata gaji guru telah mengalami kenaikan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Sekarang gaji guru sekitar Rp3,5 juta. Dulu hanya sekitar Rp1 juta lebih. Kenaikan inilah yang membuat anggaran pendidikan membesar. Tapi ini kebutuhan dasar yang tidak bisa ditawar,” jelasnya.

Irfan menambahkan, ketersediaan tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Balikpapan. Namun, pemenuhannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

“Sekolah minimal harus terpenuhi sekitar 80 sampai 85 persen gurunya. Kalau dipaksakan 100 persen, kekuatan anggaran kita belum memungkinkan. Kebutuhan ideal sebenarnya lebih dari seribu guru, tetapi kemampuan kita saat ini baru sekitar 600,” terangnya.

Meski demikian, Pemkot Balikpapan terus berupaya menambah jumlah tenaga pendidik secara bertahap setiap tahun sesuai dengan kapasitas fiskal daerah.

“Tahun ini ada penambahan dibandingkan tahun lalu. Ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat sektor pendidikan,” katanya.

Ia menegaskan, kebijakan anggaran pendidikan tidak semata-mata berbicara soal angka, melainkan bentuk keberpihakan terhadap masa depan generasi muda Balikpapan.

“Pendidikan bukan sekadar program, tetapi wujud cinta kita kepada anak-anak Balikpapan. Dari ruang kelas yang layak dan guru yang sejahtera, akan lahir generasi yang kuat, berkarakter, dan siap membangun kota ini ke depan,” pungkas Irfan. (rep)



Tinggalkan Komentar

//