KaltimKita.com, BALIKPAPAN — Peringatan Hari Kartini bukan sekadar mengenang perjuangan emansipasi perempuan, tetapi juga menjadi momentum reflektif bagi perempuan Indonesia dalam menghadapi dinamika zaman, khususnya di tengah kondisi perekonomian nasional yang penuh tantangan saat ini.
Dr. Indrayani, M.Pd., selaku Wakil Rektor Universitas Balikpapan, Ketua PIRA, sekretaris PKK Kabupaten Penajam Paser Utara sekaligus Koordinator Presidium KAHMI serta Sekretaris Jenderal Bepro Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa semangat Kartini hari ini harus dimaknai lebih luas, tidak hanya dalam konteks pendidikan dan kesetaraan, tetapi juga dalam peran strategis perempuan sebagai pengelola utama keuangan keluarga.
“Dalam situasi ekonomi yang fluktuatif, meningkatnya harga kebutuhan pokok, serta ketidakpastian global, perempuan—khususnya ibu rumah tangga maupun perempuan pekerja—memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Di sinilah nilai-nilai Kartini menemukan relevansinya,” ujarnya.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di era saat ini. Perempuan dituntut tidak hanya cerdas secara emosional dan sosial, tetapi juga rasional dalam mengambil keputusan ekonomi. Kemampuan mengelola pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun skala prioritas menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan keluarga.
“Perempuan hari ini adalah Kartini modern yang tidak hanya berjuang di ruang domestik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga. Sikap bijaksana dalam pengelolaan keuangan menjadi bentuk nyata dari kemandirian dan kecerdasan perempuan Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kondisi ekonomi nasional yang saat ini diwarnai dengan tantangan daya beli masyarakat, inflasi, serta tekanan ekonomi global harus disikapi dengan penguatan ketahanan ekonomi mikro, yakni keluarga sebagai unit terkecil.
“Jika setiap keluarga mampu mengelola keuangannya dengan baik, maka secara agregat akan berdampak pada stabilitas ekonomi nasional. Di sinilah perempuan menjadi pilar utama,” tegasnya.
Momentum Hari Kartini diharapkan mampu menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perubahan ekonomi digital.
“Semangat Kartini adalah semangat untuk cerdas, tangguh, dan bijaksana. Hari ini, salah satu bentuk perjuangan itu adalah bagaimana perempuan mampu menjadi manajer keuangan keluarga yang handal, demi masa depan yang lebih stabil dan sejahtera,” pungkasnya. (*/and)


