Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Tangkapan layar CCTV saat aksi sekelompok pemuda Balikpapan Timur diduga melakukan penyerangan ke seorang pemuda Balikpapan Selatan. (Ist)

Keributan Antar Kelompok Pemuda di Balikpapan, Diduga Imbas Salah Paham

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Insiden keributan yang melibatkan dua kelompok pemuda lintas kecamatan terjadi di wilayah Balikpapan Selatan, Sabtu (11/4/2026) dini hari.

Aksi penyerangan itu diketahui setelah ramai di media sosial. Postingan berupa rekaman CCTV itu diiringi narasi pengeroyokan yang dilakukan sekelompok pemuda asal Balikpapan Timur terhadap seorang pemuda di wilayah Balikpapan Selatan.

Perselisihan yang sempat memicu aksi pengeroyokan ini diduga terjadi akibat kesalahpahaman saat berkumpul bersama.

Salah satu rekan dari pihak yang berkonflik, Sahran, menganggap kedua belah pihak sebenarnya saling mengenal.

"Awalnya mereka minum bersama-sama, berarti kan saling kenal. Cuma tidak tahu, tiba-tiba kenapa mereka ribut," jelas Sahran, Minggu (12/4/2026). 

Mulanya, Sahran melihat salah satu pemuda Balikpapan Timur dengan luka lebam di wajah. Kepada Sahran, pemuda itu mengaku usai dipukuli sekelompok pemuda dari Balikpapan Selatan. 

Diduga karena keberatan, akibatnya pemuda Balikpapan Timur bereaksi dengan beramai-ramai mendatangi pemuda Balikpapan Selatan yang disinyalir pelaku pengeroyokan pertama. 

Namun yang menjadi persoalan, kata Sahran, informasi aksi penyerangan terhadap seorang pemuda Balikpapan Selatan ini salah sasaran. Meskipun korban salah sasaran ini juga bagian dari kelompok Balikpapan Selatan yang memulai penyerangan. 

Sejauh yang diketahui, kata Sahran, tercatat ada tiga korban dari Balikpapan Timur dan satu korban dari Balikpapan Selatan imbas aksi saling serang ini. 

Mengingat kedua belah pihak sama-sama mengklaim adanya korban luka, langkah mediasi akhirnya dipilih sebagai jalan keluar untuk memutus rantai konflik agar tidak berkepanjangan.

"Akhirnya ambil baiknya saja, dimediasi bersama-sama," tegas Sahran. Dia menekankan bahwa perdamaian adalah prioritas utama bagi kedua kelompok pemuda tersebut.

Lebih lanjut Sahran mengaku telah dihubungi pihak kepolisian agar meredam situasi guna mencegah adanya provokasi tambahan yang dapat memicu bentrokan baru antar wilayah.

"Pesan dari polisi, kalau bisa diselesaikan secara damai saja dan tidak ada lagi saling serang," tutup Sahran. 

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, Iptu Iskandar Ilham, menyatakan bahwa situasi di lapangan sudah dapat dikendalikan sepenuhnya.

"Cuman salah paham saja. (Kondisi) aman terkendali," tegas mantan Kanit PPA Polresta Balikpapan itu. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//