Tulis & Tekan Enter
images

Muhammad Faisal

Sasar Tiga Besar PON 2028, Plt Kadispora Kaltim di Pelantikan Pengurus PPKORI Kaltim 2024-2028

Kaltimkita.com, SAMARINDA – Upaya Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat prestasi olahraga nasional memasuki babak baru. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kaltim, H. Muhammad Faisal, S.Sos, M.Si, secara resmi membuka acara Pelantikan Pengurus Provinsi Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PPKORI) Kaltim masa bakti 2024-2028, sekaligus membuka Pelatihan Cedera, Doping, dan Psikologi bagi praktisi olahraga.

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PPKORI Pusat, dr. Tilarso, serta jajaran pengurus PPKORI Kaltim yang baru dilantik.

Pendampingan Atlet Sejak Dini

Dalam sambutannya, Muhammad Faisal memberikan apresiasi tinggi atas terbentuknya kepengurusan PPKORI Kaltim yang baru. Beliau menekankan bahwa peran tenaga medis dan pembina kesehatan sangat krusial dalam ekosistem olahraga modern.

"Kehadiran PPKORI sangat penting. Mereka harus bisa mendampingi atlet sejak awal, bukan hanya saat cedera terjadi, tapi sejak proses pembinaan dimulai," ujar Faisal.

Menurutnya, untuk mencapai performa puncak, seorang atlet tidak hanya butuh latihan fisik yang keras, tetapi juga dukungan ilmiah (sports science) yang mencakup:

Manajemen Gizi: Pengaturan asupan nutrisi yang tepat sesuai cabang olahraga.

Kesehatan Mental: Pendampingan psikologi untuk menjaga mental juara.

Pencegahan Cedera: Mitigasi risiko agar masa keemasan atlet bertahan lama.

Target Ambisius: Tiga Besar PON 2028

Pelantikan ini juga menjadi momentum sinkronisasi visi antara Dispora dan para pemangku kepentingan olahraga. Faisal menegaskan bahwa sesuai dengan keinginan Gubernur Kaltim, Benua Etam memiliki target besar pada ajang nasional mendatang.

"Target kita adalah masuk posisi tiga besar pada PON 2028. Ini adalah tantangan besar yang memerlukan persiapan matang, mulai dari bagaimana mempersiapkan atlet dengan benar dari awal, mulai gizi, psikologi, dan aspek pendukung lainnya," tambahnya.

Momen Unik dan Semangat Kepanduan

Ada pemandangan menarik dalam prosesi pelantikan tersebut. Muhammad Faisal hadir mengenakan seragam Pramuka lengkap. Di sela sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menjelaskan alasan di balik busana tersebut.

"Saya memohon maaf masih mengenakan pakaian Pramuka karena baru saja menghadiri agenda Pramuka. Hal ini dikarenakan amanah saya juga sebagai salah satu Wakil Ketua Kwarda Pramuka Kaltim," ungkapnya yang disambut hangat oleh para hadirin.

Pelatihan Teknis bagi Pengurus

Setelah sesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan pelatihan intensif mengenai penanganan cedera olahraga, regulasi anti-doping terbaru, dan penguatan psikologi atlet. Kehadiran dr. Tilarso dari pusat diharapkan dapat memberikan standar medis terbaru bagi para pembina di Kalimantan Timur demi mewujudkan "Atlet Kaltim yang Sehat, Kuat, dan Berprestasi".(rd)



Tinggalkan Komentar

//