Catatan: Rusdiansyah Aras
MENJELANG purnatugas pada tahun 2026, Ketua Umum KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, menyampaikan refleksi mendalam mengenai nakhoda kepemimpinannya. Mengibaratkan KONI Kaltim sebagai sebuah “kapal besar” yang mengarungi samudera penuh tantangan, ia memilih jalur soft landing (pendaratan mulus) guna memastikan organisasi tetap stabil demi menyongsong target ambisius di masa depan.
Soliditas di Tengah Badai: Satu Komando Menjaga Marwah
Keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari papan skor, melainkan dari ketangguhan internalnya. Rusdiansyah Aras menekankan bahwa kekuatannya selama ini terletak pada loyalitas para pengurus atau “Anak Buah Kapal” (ABK).
“Saya bersyukur, meski kapal ini menerjang ombak besar, hampir seluruh ABK tetap setia di posisinya. Soliditas kita mencapai 99,9 persen. Kita tetap satu komando hingga akhir dermaga,” ujarnya dengan nada bangga.
Anomali Prestasi: Kualitas Medali yang Melampaui Rekor
Secara ksatria, Rusdiansyah mengakui bahwa target peringkat lima besar pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut belum tercapai. Namun, di balik peringkat ke-8 tersebut, tersimpan angka-angka pertumbuhan yang luar biasa secara kualitas dan kuantitas:
Tabel Perbandingan Prestasi KONI Kaltim:
Edisi PON Emas Perak Perunggu Total Medali Kenaikan
PON 2021 Papua 25 emas, 33 perak dan 42 perunggu dengan total 100 medali
PON 2024 Aceh-Sumut 30 emas, 55 perak dan 69 perunggu dengan total 154 medali
Data menunjukkan adanya lonjakan perolehan medali sebesar 54% dibanding edisi Papua. Bahkan, raihan 154 medali ini melampaui capaian saat Kaltim duduk di peringkat 5 besar pada PON 2016 Jabar (138 medali). Hal ini membuktikan bahwa pembinaan atlet di Bumi Etam mengalami kemajuan pesat secara kompetitif di level nasional.
Menjawab Tantangan Gubernur: Road Map Menuju Tiga Besar 2028
Keputusan Rusdiansyah Aras untuk tidak melanjutkan ke periode kedua bukanlah bentuk menyerah, melainkan strategi regenerasi terukur. Ia ingin memberikan karpet merah bagi figur muda untuk menjawab keinginan Gubernur Kaltim, Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., yang menargetkan Kaltim menembus Tiga Besar Nasional pada PON 2028.
Sebagai warisan kepemimpinannya, Rusdiansyah telah menyiapkan dua instrumen krusial:
1. Program Kerja 2026: Memastikan transisi administrasi dan pembinaan atlet tetap berjalan tanpa jeda.
2. Road Map Menuju PON 2028: Peta jalan strategis yang menitikberatkan pada penguatan cabang olahraga unggulan dan sport science.
“Saya ingin melakukan soft landing tanpa turbulensi. Masih banyak figur muda yang layak. Saya tinggalkan cetak biru (blueprint) prestasi ini agar kepengurusan berikutnya memiliki fondasi kokoh untuk melompat ke tiga besar,” tegas Rusdiansyah.
Warisan “The Big Five” Bela Diri
Salah satu tonggak sejarah yang ia tinggalkan adalah dominasi Kaltim di ajang PON Bela Diri. Kaltim berhasil menembus posisi 5 besar nasional, hanya terpaut dari provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa. Prestasi ini menjadi modal berharga bagi nakhoda baru untuk memetakan lumbung emas di masa depan.
Dengan sikap rendah hati namun penuh visi, Rusdiansyah Aras menutup refleksinya dengan harapan agar semangat “Satu Komando” tetap terjaga. Transisi kepemimpinan yang damai adalah kado terbaiknya bagi insan olahraga Kalimantan Timur. (*)


.jpg)