Tulis & Tekan Enter
images

Refleksi 2025, Dr. Isradi Zainal Dorong SDM Lokal Ambil Peran Strategis di IKN

KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Koordinator Kalimantan Konsorsium sekaligus Deputi Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bidang Sumber Daya Alam, Dr Isradi Zainal, menyampaikan refleksi akhir tahun 2025 terkait perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta peran perguruan tinggi dan pengelolaan sumber daya alam di Kalimantan.

Dalam refleksinya, Isradi menegaskan bahwa sejak awal pemindahan IKN, pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan secara konsisten menyatakan dukungan terhadap pembangunan IKN. Namun, dukungan tersebut disertai harapan agar sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya di Kalimantan Timur, mendapat ruang pembinaan dan kesempatan untuk maju, bahkan terlibat dalam struktur kepemimpinan Otorita IKN.

“Sejak awal, perguruan tinggi di Kalimantan mendukung penuh IKN. Catatannya jelas, SDM lokal harus dibina dan diberi kesempatan menjadi bagian dari kepemimpinan dan pengelolaan IKN,” ujar Isradi.

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kelanjutan pembangunan IKN. Isradi menyebut kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke kawasan IKN sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melanjutkan cita-cita besar bangsa yang telah dirintis sejak era Presiden Joko Widodo.

“Kami berterima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden atas perhatian dan kebijakan yang konsisten melanjutkan pembangunan IKN sebagai agenda strategis nasional,” katanya.

Terkait progres pembangunan, Isradi menilai tahun 2025 menjadi fase penting. Menurutnya, sebagian besar infrastruktur eksekutif di IKN telah siap dan secara bertahap dapat mulai digunakan untuk aktivitas pemerintahan.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pemindahan IKN tidak dimaknai sebagai meninggalkan Jakarta. Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 tentang pemindahan IKN, Isradi menekankan bahwa tujuan utama relokasi ibu kota adalah memperbaiki tata kelola Jakarta.

“Pemindahan IKN bukan untuk melupakan Jakarta. Justru untuk memperbaikinya. Ke depan, Indonesia memiliki dua pusat strategis, IKN sebagai kota dunia dan Jakarta sebagai ibu kota global yang diperkuat,” jelasnya.

Dalam kapasitasnya sebagai Deputi Ketua Umum PII Bidang Sumber Daya Alam, Isradi juga menyoroti pentingnya pengelolaan kekayaan alam Indonesia secara bijaksana. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensyukuri potensi sumber daya alam yang melimpah dengan cara mengelolanya secara adil dan berkelanjutan.

“Kekayaan sumber daya alam tidak boleh menjadi malapetaka. Jangan sampai menimbulkan ketimpangan, baik dari sisi infrastruktur maupun pengembangan SDM,” tegasnya.

Menatap tahun 2026, Isradi berharap pengelolaan sumber daya alam nasional dapat dilakukan dengan manajemen yang lebih baik demi kepentingan bersama. Ia juga menyampaikan harapan agar pada 2028 mendatang, IKN dapat berfungsi sebagai ibu kota politik Indonesia, sementara Jakarta semakin menguat sebagai pusat ekonomi dan bisnis.

“Harapan kami, IKN dan Jakarta sama-sama tumbuh kuat, seiring dengan penerapan manajemen sumber daya alam yang optimal untuk kesejahteraan bangsa,” pungkasnya. (*)


TAG

Tinggalkan Komentar

//