Tulis & Tekan Enter
images

Rudy Mas'ud

Kaltim Siapkan Karpet Merah: Menjemput Saudagar, Membangun Daulat Pangan

Oleh: Rusdiansyah Aras

GELARAN Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Hotel Claro, Makassar, 25-26 Maret 2026 kemarin, bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan para perantau. Bagi Kalimantan Timur, momentum ini menjadi panggung strategis untuk mendeklarasikan arah baru ekonomi kita. Di hadapan ribuan saudagar, Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas'ud, S.E., M.E., tampil membawa narasi yang lugas: Kaltim sedang bersalin rupa.

Sudah saatnya kita berhenti melihat Bumi Etam hanya sebagai "lumbung energi" dari perut bumi seperti migas dan batu bara. Di bawah tema "Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh", Gubernur secara eksplisit mengajak para investor untuk melirik sektor hilirisasi perkebunan dan pangan sebagai masa depan baru.

Realisasi Lahan dan Tantangan Hilirisasi

Langkah konkret telah dipasang. Menjawab tantangan Menteri Pertanian, Pemprov Kaltim telah menyatakan kesiapan lahan seluas 20.000 hektare. Ini bukan angka yang kecil, dan ini adalah "karpet merah" yang sesungguhnya. Lahan ini diproyeksikan menjadi episentrum hilirisasi subsektor perkebunan.

Filosofinya jelas: kita tidak boleh lagi terus-menerus mengekspor bahan mentah. Investasi yang kita undang harus mampu membangun pabrik pengolahan di tanah Kaltim. Produk seperti kelapa, kakao, kopi, hingga lada harus memiliki nilai tambah tinggi sebelum keluar dari pelabuhan kita. Inilah esensi dari kemandirian ekonomi yang sering kita diskusikan di ruang-ruang redaksi maupun diskusi publik.

Peluang Emas di Balik IKN

Posisi Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah variabel yang mengubah segalanya. Lonjakan populasi di IKN dan sekitarnya berarti lonjakan kebutuhan logistik dan pangan yang masif.

Di sinilah peluang bagi para saudagar untuk masuk ke industri peternakan dan pabrik pakan. Gubernur melihat celah ini sebagai potensi emas. Kita tidak ingin IKN nanti hanya menjadi pasar bagi produk luar, sementara Kaltim memiliki lahan dan akses yang begitu terbuka untuk membangun industrinya sendiri.

Semangat Kolaborasi APPSI

Kehadiran Rudy Mas'ud yang juga mengemban amanah sebagai Ketua APPSI (Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia) memberikan bobot lebih pada ajakan ini. Ada semangat kolaborasi antarprovinsi yang kental. Etos kerja keras dan jaringan kuat yang dimiliki komunitas saudagar Bugis-Makassar adalah mitra strategis yang tepat untuk mengakselerasi pembangunan ini.

Dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian pun sudah di depan mata. Kini, bola berada di tangan para pelaku usaha. Pemerintah daerah telah membuka pintu selebar-lebarnya, menyediakan regulasi yang ramah, dan menyiapkan lahan yang memadai.

Catatan Penutup

Sebagai jurnalis yang lama mengamati dinamika pembangunan di Kaltim, saya melihat langkah ini sebagai lompatan besar. Kita sedang membangun fondasi ekonomi yang tidak lagi bergantung pada sumber daya yang tak terbarukan.

Mari kita kawal bersama, agar tawaran investasi ini benar-benar mewujud menjadi pabrik-pabrik yang menyerap tenaga kerja lokal dan ladang-ladang pangan yang menghidupi Nusantara. Kaltim telah menyiapkan karpet merahnya; saatnya para saudagar melangkah masuk untuk berkolaborasi membangun kejayaan Bumi Etam.(rd)



Tinggalkan Komentar

//