Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Kelurahan Margo Mulyo menggelar kegiatan Pelatihan dan Edukasi Gizi di Kampung KB Tepian Makmur, Balikpapan, sebagai bagian dari program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang memberikan pemahaman terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Margo Mulyo Fida menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran warga.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah, dari bagaimana keluarga memperhatikan asupan gizi sehari-hari,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang bisa langsung diterapkan. “Melalui program DASHAT ini, warga diajarkan cara mengolah makanan bergizi dengan bahan sederhana yang mudah didapat di lingkungan sekitar,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Peran kader, ibu-ibu, dan seluruh warga sangat penting untuk memastikan pesan yang disampaikan bisa diterapkan secara nyata,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menjelaskan bahwa stunting dapat dicegah dengan pola makan yang tepat dan berkelanjutan. “Gizi seimbang itu bukan harus mahal. Yang penting adalah variasi makanan dan kandungan nutrisinya terpenuhi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap 1.000 hari pertama kehidupan anak. “Periode ini sangat menentukan tumbuh kembang anak. Jika asupan gizinya baik, maka risiko stunting bisa ditekan secara signifikan,” tegasnya.
Warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak manfaat. Salah satu peserta mengatakan, “Kami jadi lebih paham bagaimana menyusun menu makanan sehat untuk anak-anak di rumah. Ternyata tidak sulit jika kita tahu caranya.”
Peserta lainnya juga menyampaikan antusiasmenya.
“Selama ini kami pikir makanan bergizi itu mahal, tapi setelah dijelaskan, ternyata bahan lokal juga bisa diolah jadi makanan sehat,” ujarnya.
Pihak kelurahan berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak jangka panjang. “Kami ingin setelah kegiatan ini, ada perubahan perilaku di masyarakat, terutama dalam hal pemenuhan gizi keluarga,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan. “Ke depan, kami akan terus mendorong kegiatan edukasi seperti ini agar kesadaran masyarakat semakin meningkat dan angka stunting bisa ditekan,” tutupnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Kelurahan Margo Mulyo optimistis dapat menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di Kota Balikpapan. (ref)


