Tulis & Tekan Enter
images

Capaian PIN Polio, DKK Balikpapan Sebut Sudah 59.210 Anak Diimunisasi

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN- Sejak Selasa 23 Juli 2024 lalu, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan berupaya mempercepat cakupan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio bagi anak-anak usia 0-7 tahun.

Di mana, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan capain Imunisasi Polio sebesar 95 persen ke 93.142 anak dalam dua pekan mendatang. 

Ya, hal itu mengingat meningkatnya kasus Polio di tanah air. Dan Pemerintah Pusat pun secara tegas mengintruksikan kepada seluruh Kabupaten/Kota, agar melaksanakan PIN Polio secara masif di setiap Daerah masing-masing.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati menyampaikan bahwa pada pekan pertama, cakupan PIN Polio (manual) di Kota Balikpapan, Senin 29 Juli 2024, sudah mencapai 59.210. 

Kendati begitu, Alwiati mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan upaya peingkatan penyaluran imunisasi tersebut dengan pola menjemput bola. Yang mana, petugas kesehatan di pusat layanan kesehatan atau Puskesmas mendatangai rumah-rumah warga.

"Kami lakukan jemput bola. Jadi bagi balita dan anak-anak belum sempat datang ke Posyandu, maka akan dikunjungi oleh petugas Puskesmas," ungkap Alwiati saat dihubungi media via Whatsapp, Senin (29/7/2024). 

Hal yang lebih penting, lanjutnya, bagaimana bisa menggerakkan masyarakat melalui sosialisasi dan sebagainya, supaya orang tua anak mau mengikuti program imunisasi polio kepada buah hatinya.

"Sejauh ini tidak ada kendala di lapangan. Namun, masyarakat kita belum semua mau anaknya divaksinasi terkait adanya dugaan hoaks seperti itu," akunya.

Alwiati mengatakan, sejauh ini belum ditemukan kasus penderita Polio di Kota Beriman. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat dapat mengantisipasi sedini mungkin dengan membawa anaknya ke Posyandu terdekat untuk mendapatkan imunisasi Polio.

"Di Kota Balikpapan tidak ada polio, tapi di daerah lain ada. Karena itu penyakit menular yang berbahaya. Dan sebagian daerah di Indonesia ada yang terdampak. Sehingga seluruh Indonesia harus melaksanakan imunisasi polio, untuk mencegah penularan," ungkapnya. 

"Saya imbau agar masyarakat yang memiliki anak usia 0-7 tahun, untuk segera membawa anaknya ke Posyandu atau Puskesmas terdekat, agar mendapatkan imunisasi polio. Ini dilakukan supaya kita dapat menciptakan herd immunity," pintanya.

Perlu diketahui, bila suatu Daerah ditemukan adanya penderita polio, maka status daerah tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). 

Penularan polio rentan terjadi apabila seseorang melakukan kontak langsung dengan tinja dan cairan tubuh penderitanya. Selain itu, polio juga dapat ditularkan melalui makanan serta minuman yang terkontaminasi virus polio. (lex)


TAG

Tinggalkan Komentar

//