Tulis & Tekan Enter
images

Proses pembangunan SMPN 27 Balikpapan Tengah. (Kaltimkita)

Camat Balteng Bersyukur SMPN 27 Progres Terbangun, Agung: Doa Kami Terjawab

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Camat Balikpapan Tengah, Agung Budi mengasperasi niat Pemerintah Kota dalam upaya mengurangi persoalan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di wilayahnya.

Hal itu dibuktikan Pemerintah Kota melalui Disdikbud Kota Balikpapan, dengan progres terbangunnya SMP Negeri 27 yang didirikan di lahan eks lapangan tennis indor manutung, Balikpapan Kota.

"Kami sangat bersyukur atas dibangunnya SMP Negeri 7. Ini sekaligus menjawab kekurangan kita yang dari tahun ke tahun untuk kebutuhan anak bersekolah di SMP," ungkap Agung saat ditemui media mengikuti sidak komisi IV DPRD Balikpapan ke bangunan sekolah tersebut, Kamis (7/11/2023).

Agung Budi

Agung mengatakan, bahwa selama ini masyarakat di wilayahnya selalu menyuarakan mengenai zonasi. 

Namun begitu, warganya tak perlu khawatir lagi, walau berdiri di Balikpapan Kota, sistem zonasi untuk bangunan SMPN 27 memang diprioritaskan untuk lulusan SD di Balikpapan Tengah.

"Dan syukurlah doa kami terjawab, tinggal menunggu penyelesaian bangunan SMP ini saja," tuturnya.

Pun begitu, Agung berharap agar pendirian sekolah tersebut sejatinya sesuai target yang diinginkan, dan tidak memiliki kendala.

Ia pun meminta doa dan dukungan seluruh warga Kota Balikpapan, agar SMP itu seyogianya bisa digunakan sesuai waktu yang telah ditetapkan.

"Alhamdulillah sudah berprogres dan semoga targetnya bisa tercapai, sehingga PPDB tahun depan, SMPN 27 sudah bisa digunakan,' harap Agung.

'Paling tidak ratusan anak-anak kita bisa terakomodir, guna menjawab kekurangan ruang belajar yang ada di wilayah Balikpapan Tengah," pungkasnya.

Untuk diketahui, pendirian SMP Negeri 27 yang didirikan di lahan seluas 8.000 hektare, wilayah Balikpapan Kota, difokuskan untuk daya tampung kelulusan SD zonasi Balikpapan Tengah.

Menggunakan anggaran sebesar Rp 25 Miliar, berlantai tiga dan memiliki 24 ruang kelas, bangunan sekolah baru tersebut dinilai mampu mengatasi persoalan zonasi yang sering dikeluhkan warga Balikpapan Tengah. (lex)


TAG

Tinggalkan Komentar

//