Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Konferensi pers BNN Kota Balikpapan, Selasa (30/12/2025)

BNNK Balikpapan Sita 4,4 Kilogram Narkoba Sepanjang 2025, Barang Bukti Terbanyak Diselundupkan WNA

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan mencatat sejumlah capaian penanganan narkotika sepanjang tahun 2025.

Kepala BNNK Balikpapan, Kombes Pol Bonifasio Rio Rahadianto, menuturkan pihaknya mengungkap tiga kasus dengan barang bukti dalam jumlah signifikan.

Pertama, kasus sabu yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) berhasil diungkap dengan total barang bukti mencapai 2.022,4 gram bruto.

Kemudian satu kasus sabu seberat 1.500 gram bruto yang melibatkan pelaku perempuan asal Aceh, serta satu kasus ganja dengan barang bukti 889 gram bruto. 

Secara kalkulasi, akumulasi barang bukti narkotika tersebut mencapai kurang lebih 4.411 gram bruto atau 4,4 kilogram bruto. 

"Seluruh proses penanganan perkara tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan BNN Provinsi Kalimantan Timur," kata Kombes Bonifasio, Selasa (30/12/2025). 

Ia menegaskan, pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya penegakan hukum yang terukur dan berkelanjutan.

Selain penindakan, layanan Tim Asesmen Terpadu (TAT) juga mencatat realisasi layanan TAT mencapai 52 orang, jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 14 orang.

"Capaian TAT ini menunjukkan tingginya kebutuhan asesmen dalam penanganan kasus narkotika," kata Bonifasio.

Pada aspek pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNK Balikpapan melaksanakan 118 kegiatan sosialisasi atau Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) dengan total peserta mencapai 16.041 orang. 

Kegiatan tersebut didominasi oleh pelajar dan mahasiswa sebanyak 11.570 orang, diikuti masyarakat umum 2.688 orang, serta kalangan pekerja 1.783 orang.

Penguatan wilayah dilakukan melalui penetapan Kelurahan Baru Ilir sebagai Wilayah Binaan Program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) tahun 2025.

Upaya preventif juga diarahkan pada ketahanan keluarga melalui pendidikan keluarga dan parenting skill kepada 20 keluarga.

Selain itu, BNNK Balikpapan membentuk 50 relawan P4GN dan 30 penggiat P4GN sebagai penggerak di lingkungan masyarakat.

Deteksi dini dilakukan melalui tes urin kolektif terhadap 4.964 peserta, dengan hasil 4.905 orang dinyatakan negatif dan 59 orang positif.

Di bidang rehabilitasi, Klinik IPWL BNNK Balikpapan melayani 63 orang sepanjang 2025. 

Rinciannya, 36 orang menjalani rehabilitasi rawat jalan, 20 orang mengikuti asesmen, dan 7 orang dirujuk ke rehabilitasi rawat inap.

Dari data usia, mayoritas klien berada pada rentang usia produktif 26–35 tahun dan 17–25 tahun. 

"Sabu masih menjadi zat yang paling banyak disalahgunakan oleh klien rawat jalan," tandas Bonifasio. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//