Tulis & Tekan Enter
images

Balikpapan Penyangga IKN, Najib Ajak Kader GMNI Jaga Ketahanan Pangan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan menjadi kota paling strategis dengan adanya  rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di kawasan Penajam Paser Utara (PPU). Dengan kata lain, Kota Beriman bakal menjadi kota penyangga IKN yang sudah jelas akan menjadi gerbang masuknya berbagai sektor yang menunjang kemajuan IKN.

Pertanyaannya, sudah siapkah kota Balikpapan dalam hal ini sumber daya manusia (SDM) yang ada untuk mampu bersaing. Bukan sekadar menjadi penonton namun menjadi pelaku untuk mengisi pembangunan di berbagai sektor.

Ketua Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Balikpapan, Muhamman Najib dalam kesempatan pembukaan pengukuhan kaderisasi tingkat dasar bertema "Membentuk Kader yang Berwatak Kerakyatan dan Berjiwa Marheinisme", menyoroti akan pentingnya peran serta kader GMNI dalam pembangunan IKN.

“Dalam pembangunan IKN ini peran serta kader GMNI akan diuji, artinya sebagai kader GMNI harus memiliki peranan penting dalam pembangunan IKN ke depannya,” ujar Muhammad Najib, Kamis (14/7/2022).

 Kader-kader GMNI lanjut Najib harus mampu menghadapi gempuran persaingan seiring perkembangan IKN ke depan. Kader GMNI Balikpapan harus melek teknologi jangan sampai ketinggalan. Apalagi pertumbuhan masyarakat Balikpapan semakin meningkat. Hal tersebut tentunya juga akan berbenturan dengan semakin meningkatknya kebutuhan pangan.

“Bung dan Sarinah semua sebagai kader GMNI harus bisa berbuat untuk kota Balikpapan dan sekitarnya. Hari ini pertumbuhan di Balikpapan sangat besar, artinya apa? Kebutuhan pangan di Balikpapan juga besar, apalagi sehari kemarin harga lombok sudah mencapai Rp 200 ribu per kilo. Kala kita merasakan yang sama dengan masyarakat luas, tentunya kita harus mencari solusi dalam hal ketahanan pangan,” ungkap Najib.

Karena itu, kader GMNI harus bisa mendukung program ketahanan pangan di Balikpapan. Kader GMNI harus turun langsung ke masyarakat terutama ke perbatasan Balikpapan seperti Karang Joang atau daerah lain yang menjadi lumbung pertanian.

“Kita bisa tahu apa kebutuhan mereka, minimal ada wawasan atau pengetahuan sedikit tentang kebutuhan pangan. Atau kita bisa berusaha mengembangkan potensi ketahanan pangan yang ada di masyarakat. Artinya ketahanan pangan di Balikpapan sebagai penyangga IKN harus kuat,” tegas pria yang juga Anggota DPRD Kota Balikpapan dari fraksi PDI Perjuangan ini. (*)

 


TAG

Tinggalkan Komentar

//