Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Sekitar 5.000 warga Balikpapan tercatat masih aktif mencari pekerjaan meski lowongan kerja tersedia di berbagai perusahaan. Data tersebut dihimpun Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan melalui pendataan kartu AK1 atau kartu kuning per Februari 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan jumlah lowongan sebenarnya relatif seimbang dengan jumlah pencari kerja. Namun dalam praktiknya, tidak semua bisa langsung terserap.
“Lowongan kerja sebenarnya ada dan secara jumlah relatif seimbang dengan pencari kerja. Tetapi dalam praktiknya, belum seluruhnya bisa terserap,” ujar Adamin, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya ketersediaan lapangan kerja, melainkan ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan kualifikasi pelamar. Ada posisi yang dibuka, tetapi kurang diminati. Ada pula syarat pendidikan yang belum bisa dipenuhi sebagian pelamar.
“Misalnya di sektor kesehatan, perusahaan mensyaratkan minimal D2. Sementara banyak pelamar kita lulusan SMK. Itu yang membuat belum bisa langsung masuk,” jelasnya.
Selain itu, pengalaman kerja dan sertifikasi juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak perusahaan menginginkan tenaga kerja yang siap pakai, sedangkan sebagian besar pencari kerja merupakan lulusan baru.
“Perusahaan tentu ingin tenaga kerja yang siap pakai. Sementara di sisi lain, banyak pencari kerja yang baru lulus dan belum memiliki pengalaman,” katanya.
Kondisi ini membuat banyak lulusan muda di Balikpapan kesulitan menembus dunia kerja meski peluang terbuka. Mereka membutuhkan pintu masuk pertama untuk mendapatkan pengalaman.
Sebagai solusi, Disnaker Balikpapan mendorong program magang sebagai jembatan antara pencari kerja dan kebutuhan industri. Melalui skema ini, tenaga kerja pemula diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung sekaligus meningkatkan kompetensi.
“Kami sudah melakukan roadshow dan komunikasi dengan sejumlah perusahaan. Saat ini ada tiga perusahaan yang intens berkomunikasi dengan kami, dan dalam empat bulan ke depan kami targetkan jumlahnya bertambah,” ungkap Adamin.
Ia menambahkan, jika semakin banyak perusahaan bersedia menerima peserta magang, dampaknya akan cukup signifikan.
“Kalau satu perusahaan bisa menerima lima peserta magang dan ada 20 perusahaan bergabung, dampaknya tentu besar bagi pencari kerja kita,” tegasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap dunia usaha membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja pemula agar kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja dapat diperkecil.
Dengan sinergi tersebut, pertumbuhan ekonomi kota diharapkan berjalan seiring dengan terbukanya peluang kerja bagi warga lokal. (rep)


.jpg)