Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Petugas gabungan dari BPBD, TNI-Polri, serta relawan melakukan pendinginan ke arah titik api di Kelurahan Baru Ilir, Balikpapan. (Ist/Pammat Polda Kaltim)

Rumah di Baru Ilir Balikpapan Hangus Terbakar 75 Persen, Dua Rumah Tetangga Ikut Terdampak

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kebakaran di Balikpapan kembali terjadi. Kali ini di Jalan Letjend Suprapto RT 5, Kelurahan Baru Ilir, Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (26/3) sekitar pukul 14.17 Wita. 

Merujuk data yang dihimpun media ini, insiden kebakaran tersebut menghanguskan satu rumah yang dihuni atas nama Nardi Assanti (3 jiwa). 

Kemudian untuk rumah terdampak terdapat dua unit, yakni atas nama Suhemi (3 jiwa) dan Untung (2 jiwa). Secara kalkulasi, insiden ini berdampak terhadap total 8 jiwa. 

Salah seorang warga yang tinggal hanya dua meter dari lokasi kejadian, Herlina, terbangun dari tidurnya dan langsung menyaksikan kobaran api yang sudah membesar dari sebuah rumah di dekatnya.

"Ada yang teriak minta tolong, tapi saya tidak tahu dari mana. Tahu-tahu api sudah besar," ungkapnya.

Ia bergegas menyelamatkan barang-barang miliknya, namun jarak yang begitu dekat membuat api terasa langsung menyergap. Sebagian pakaiannya tidak sempat terselamatkan.

Sementara Herlina berjibaku menyelamatkan harta bendanya, tim UPT Balikpapan Barat BPBD Balikpapan bergerak cepat begitu laporan kebakaran masuk. 

Komandan Regu Bambang menyebut kecepatan respons menjadi faktor penentu agar api tidak melahap bangunan-bangunan lain di permukiman padat itu.

"Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi. Dukungan relawan dan warga juga membantu, terutama dalam penempatan unit sehingga penanganan bisa dilakukan dengan cepat," kata Bambang.

BPBD menerjunkan satu unit dari Pos Baru Tengah, dua unit dari Pos Baru Barat, serta tambahan dari sektor Gunung Samarinda. 

Unsur kepolisian dan Lanal turut memperkuat penanganan di lapangan. Dalam waktu sekitar 15 menit, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain.

Meski api telah padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan tetap dilanjutkan guna memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi menyulut kembali kebakaran.

"Pendinginan ini untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api," tambah Bambang.

Rumah yang terbakar diketahui dalam kondisi kosong saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. 

Kerusakan bangunan mencapai 75 persen, meski kondisi bagian dalam belum sepenuhnya terkonfirmasi saat proses penanganan berlangsung.

Herlina sendiri mengaku tidak mengetahui dari mana titik awal api berasal. Ia sempat menduga sumber kebakaran berasal dari arah Abunawas di sekitar lokasi, namun dugaannya meleset.

"Saya kira awalnya dari sekitar Abunawas, ternyata bukan. Saya juga tidak tahu pasti dari mana asal api, karena saat itu saya sedang tidur," ujarnya.

Kebakaran di Baru Ilir ini terjadi kurang dari sepekan setelah peristiwa serupa menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan permukiman padat Karang Jati, Balikpapan Tengah.

Dua insiden dalam rentang waktu berdekatan itu kembali menyoroti betapa rentannya kawasan hunian padat terhadap ancaman kebakaran. Adapun untuk penyebab kebakaran di Baru Ilir masih dalam penyelidikan. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//