Tulis & Tekan Enter
images

LUPA CARA MENANG : Meski telah mengganti pelatih baru, Persiba Balikpapan tetap alami kekalahan di markas Persiku Kudus dengan skor tipis 2-1.

Kalah atas Persiku Kudus, Persiba Balikpapan Telan Kekalahan Kesembilan Beruntun

KaltimKita.com, KUDUS – Persiba Balikpapan seperti lupa cara menang. Meski telah menunjuk Leonard Tupamahu sebagai pelatih baru, kemenangan tak kunjung datang. Bertandang ke markas Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Minggu (18/1/2026), tim berjuluk Beruang Madu harus menelan kekalahan tipis dengan skor 2-1.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren negatif Persiba menjadi sembilan kekalahan beruntun. Kekalahan ini juga membuat Persiba terpaksa turun dari peringkat ketujuh ke posisi kedelapan yang diambil alih oleh Persiku.

Sejak awal pertandingan, Persiba sejatinya  tampil menjanjikan. Bahkan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Beni Okto pada menit ke-34. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah Persiba harus bermain dengan 10 pemain.

Bek asing Persiba, Shokrukbek Kholmatov, diganjar kartu merah pada menit ke-43. Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Persiku untuk meningkatkan tekanan. Alhasil, gol penyama kedudukan tercipta di penghujung babak pertama melalui Imam Bagus Kurnia pada menit ke-47.

Usai turun minum, Macan Muria-julukan Persiku- terus menekan lini pertahanan Persiba. Walhasil, gol yang ditunggu-tunggu tercipta. Menit ke-95, kemelut di depan gawang Persiba berujung gol bunuh diri penjaga gawang Havizd. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Persiku Kudus sekaligus menutup pertandingan.

Kepada awak media, Asisten Pelatih Persiba Balikpapan, Yus Arfandi, mengapresiasi kerja keras para pemain meski timnya harus menelan kekalahan. Ia menilai para pemain telah berupaya maksimal menjalankan instruksi pelatih, meskipun hasil akhir belum sesuai harapan.

“Secara permainan kami mengapresiasi kerja keras pemain. Mereka sudah berusaha menjalankan instruksi dengan baik. Namun memang masih ada kesalahan-kesalahan sendiri yang harus segera kami benahi,” ujar Yus Arfandi.

Menurutnya, kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih guna memperbaiki performa Persiba ke depan. Yus juga menyoroti kartu merah yang diterima salah satu pemain Persiba sebagai momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.

“Bermain dengan 10 orang tentu sangat berpengaruh. Situasi itu membuat kami harus bekerja dua kali lebih keras sepanjang pertandingan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapten Persiba, Abdul Rachman, menilai skuad Beruang Madu tetap menunjukkan semangat juang tinggi meski harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang. Ia menyebut timnya mulai merasakan energi positif sejak kehadiran pelatih baru.

“Kalah 2-1 dengan kondisi 10 pemain jelas tidak mudah. Tapi kami merasakan semangat dan energi baru sejak pelatih baru bergabung. Ini baru awal dan kami yakin ke depan hasilnya bisa lebih positif,” kata Rachman.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan tim dalam menghadapi dua laga tersisa musim ini. Menurutnya, peluang untuk bangkit masih terbuka lebar.

“Kami masih punya peluang. Dengan kebersamaan dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin. Kami percaya Persiba bisa bangkit,” tutupnya. (and)


TAG

Tinggalkan Komentar

//