Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Forensik RSKD Balikpapan membeberkan hasil pemeriksaan jasad bayi laki-laki yang ditemukan di DAS Ampal, Balikpapan Selatan.
Penemuan tersebut terjadi pada Rabu (14/1/2026) di area sungai dekat rumah pompa.
Dokter forensik RSKD, dr. Heriyadi Bawono Putro, menyatakan bahwa hasil otopsi menunjukkan janin tersebut telah meninggal dunia sebelum proses persalinan terjadi.
Pemeriksaan menyeluruh pada tubuh bayi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan fisik maupun luka akibat benturan.
"Jenis kelamin bayi adalah laki-laki, dengan usia kehamilan diperkirakan sekitar lima hingga enam bulan," ujar dr. Heriyadi, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, hasil pengukuran forensik mencatat panjang tubuh janin sekitar 28 sentimeter.
Sementara itu, berat janin berikut ari-ari mencapai kurang lebih 500 gram. Kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan turut memperkuat kesimpulan bahwa kematian terjadi sebelum bayi dilahirkan.
Dokter forensik tersebut kembali menegaskan bahwa tidak ada tanda kehidupan saat proses kelahiran berlangsung.
"Bayi sudah meninggal terlebih dahulu sebelum dilahirkan," katanya.
Berdasarkan analisis medis, waktu kematian diperkirakan berkisar antara satu hingga empat hari sebelum jasad ditemukan warga di aliran sungai tersebut.
Diberitakan sebelumnya, pembersihan rutin Sungai Ampal berubah mencekam setelah petugas kebersihan menemukan janin manusia, Rabu pagi (14/1/2026).
Temuan itu terjadi di wilayah RT 12, Kelurahan Damai Bahagia, saat petugas mengeruk sampah yang tersangkut di sungai.
Petugas DLH bernama La Hasim menjadi orang pertama yang menyadari adanya benda mencurigakan di antara tumpukan dedaunan.
Awalnya, ia mengira benda tersebut merupakan bangkai tikus. Namun setelah dibersihkan, ia mendapati bahwa benda itu adalah janin manusia.
"Saya kira tikus. Begitu saya bersihkan, saya lihat kakinya dan langsung saya teriak, ‘Ini bayi!’," ujar La Hasim.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Sekitar pukul 09.00 Wita, personel Polresta Balikpapan tiba di lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara.
Polisi memastikan janin berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan tanpa dibungkus, dengan ari-ari masih menempel. Selanjutnya, janin dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut. (zyn)


