Kaltimkita.com, SAMARINDA — Persaingan bisnis perhotelan di Kota Samarinda kian ketat seiring bertambahnya jumlah hotel baru dan menurunnya tingkat okupansi dibanding tahun sebelumnya. Di tengah kondisi tersebut, FOX Lite Hotel Samarinda memilih memperkuat strategi promosi harga serta menghadirkan konsep hotel bernuansa milenial untuk tetap menarik minat tamu.
Hotel bintang tiga yang berlokasi di Jalan Mayor Jenderal S. Parman No. 15, Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda itu memiliki bangunan 10 lantai dengan posisi strategis di pusat kota. Lokasinya berdekatan dengan sejumlah pusat perbelanjaan besar seperti Mall Lembuswana, Samarinda Square (Robinson), hingga Samarinda Central Plaza (SCP).
Selain itu, hotel juga berada tidak jauh dari kawasan Universitas Mulawarman yang menjadi kampus terbesar di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut membuat tingkat kunjungan hotel biasanya meningkat saat musim wisuda karena banyak keluarga mahasiswa dan tamu dari luar daerah memilih menginap di sekitar area kampus.

Front Office Manager FOX Lite Hotel Samarinda, Ruswandi, mengatakan industri perhotelan saat ini menghadapi tantangan cukup berat akibat persaingan harga dan penurunan tingkat hunian dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, memang ada penurunan okupansi. Tahun lalu tingkat hunian kami bisa mencapai 90 sampai 92 persen per bulan, sedangkan tahun ini rata-rata mentok di sekitar 80 persen,” kata Ruswandi saat ditemui di Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Menurut dia, penurunan tingkat hunian membuat sejumlah hotel harus menyesuaikan strategi harga agar tetap kompetitif di tengah persaingan bisnis perhotelan yang semakin padat di Kota Samarinda.
Ia menjelaskan sebelumnya tarif kamar FOX Lite Hotel Samarinda berada di kisaran Rp600 ribu hingga Rp1 juta per malam dengan sistem harga dinamis. Namun saat ini pihak hotel menurunkan tarif mulai dari Rp580 ribu hingga sekitar Rp700 ribu per malam.
“Sekarang strategi kami memang lebih ke promosi harga kamar. Kalau sebelumnya harga bisa sampai Rp1 juta, sekarang paling tinggi sekitar Rp700 ribu agar tetap kompetitif,” ujarnya.
Ruswandi mengatakan segmen utama hotel lebih menyasar kalangan milenial, pelaku bisnis, dan keluarga muda. Konsep interior hotel juga dirancang dengan nuansa modern industrial yang dipadukan dengan sentuhan budaya lokal Kalimantan.
“Dari brand sendiri kami memang lebih ke konsep milenial. Di beberapa bagian hotel ada ornamen dan gambar budaya Kalimantan supaya tetap terasa identitas lokalnya,” katanya.
FOX Lite Hotel Samarinda memiliki 77 kamar dengan dua tipe utama. Meski ukuran kamar relatif minimalis, pihak hotel menghadirkan fasilitas sofa bed yang menjadi salah satu keunggulan dibanding hotel lain di kelas yang sama.
“Kelebihan kami itu ada sofa bed di setiap kamar. Jadi tamu bisa santai atau bahkan digunakan tambahan untuk menginap tanpa harus menyewa extra bed lagi,” jelas Ruswandi.
Selain kamar, hotel juga mengandalkan fasilitas rooftop restaurant bernama Thewarehouse yang berada di lantai paling atas. Area tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi tamu maupun masyarakat umum yang ingin bersantai sambil menikmati suasana Kota Samarinda dari ketinggian.
“Kalau mau nongkrong atau ngopi santai bisa di rooftop. Jadi tidak harus menginap, masyarakat umum juga bisa datang,” ucapnya.
Untuk meningkatkan kunjungan tamu, pihak hotel juga aktif menggandeng sejumlah mitra dalam program promosi. Salah satunya melalui kerja sama dengan klinik kesehatan dan penyedia layanan tertentu yang memberikan voucher tambahan bagi tamu hotel.
Ruswandi menambahkan pihaknya tetap optimistis industri perhotelan di Samarinda akan kembali membaik seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan kunjungan masyarakat ke Kalimantan Timur, terutama dengan perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami tetap optimistis. Yang penting sekarang bagaimana hotel bisa terus berinovasi dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi tamu,” pungkasnya.(Hyi)


