KaltimKita.com, SANGATTA – Walau terbilang singkat masa jabatannya Pjs Bupati Kutai Timur, Dr M Jauhar Efendi mampu membuktikan akan amanah kepemimpinanya.
Nah dengan mengisi jabatan bupati sementara, hadirnya Jauhar menakhodai gedung putih Pemkab Kutim, kawasan sentra perkantoran pemerintahan jalan Bukit Pelangi Sangatta Kutim memberikan nuansa penyegaran sekaligus melakulan berbagai pembenahan baik pada berbagai pelayanan, mengesahkan anggaran yang murni diperuntukan dalam menuntaskan piutang pemeritah setempat.
Tidak hanya itu saja bahkan mantan kepala Diskominfo Provinsi Kaltim ini, beberapa waktu lalu turun ke kecamatan-kecamatan dalam membina melalui rakornya kepada camat dan kades melalui sentra pelayanan termasuk memajukan wilayah masing-masing wilayah kecamatan dan desa.
Cepat dalam bekerja Pjs Bupati Jauhar langsung diacungi jempol sebagai reaksi positif yang datangnya dari anggota DPRD Kutim fraksi Berkarya Masdari Kidang. Untuk dapat lebih mengakrabkan diri, maka dari itu, tak kenal maka tak sayang. Nah Masdari Kidang yang juga Ketua PAC Pemuda Pancasila Bengalon ini langsung sowan (bersaturahmi) ke ruang kerja Pjs Bupati Kutim dengan memboyong serta keluarganya.
Wartawan KaltimKita.com, menanyakan kepada anggota Dewan Kutim Kindang akan dorongan kuat untuk dapat bersilaturahmi? Dia mengaku sangat bangga kepada Pjs Bupati Jauhar yang profesional dalam menjalankan kewenangannya sebagai formulasi penyelesaian piutang agar Kutim aehat kembali dan terlepas dari momok defisit. ”Rasionalisasi yang berkepanjangan. Bahkan beliau cepat-cepat mengetuk palu sebelum kembali ditarik ke lingkup Pemprov Kaltim terutama pengesahan pada anggaran yang semestinya sudah sedari awal menuntaskan piutang, sangat tepat sasaran,” jelas Ketua KONI wilayah kecamatan Bengalon.
Selain itu menurut Kidang, Pjs Bupati Jauhar memiliki kepekaan hati. Terlihat awal menjadi Pjs Bupati di Kutim sedikit tercengang dengan gaji TK2D yang kurang manusiawi di luar UMK. Maka tak heran banyak juga para TK2D untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bekerja sampingan dengan berbagai profesinya.
”Beliau sangat menyoroti persoalan gaji TK2D yang kurang mensejahterakan. Untuk itu beliau juga menekankan kepada siapapun paslon bupati dan wabup terpilih dapat menyesuaikan dan menaikkan gaji TK2D sesuai aturan baku UMK yang dikelurkan dari Disnaker,” tegas Kidang saat mengutip kembali ulasan Pjs Bupati Jauhar di beberapa media yang lalu.
Kidang turut mersepon intruksi PJs Bupati Jauhar, anggota dewan itu prihatin akan kesejahteraan para TK2D. “Seharusnya kita bijaksana dan melakukan evaluasi bersama pemerintah yang notabene senantiasa mengeluarkan aturan kebijakan baik dilintas pusat hingga kabupaten. Sudah jelas melalui peraturan UU Ketenagakerjaan wajib melaksanakan pemberian gaji secara UMK. Kita bisa menekan ke perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan para pekerja dengan pemberian gaji yang sesuai aturan berlaku. Tapi ternyata di Kutim berbanding terbalik seharusnya pembuat UU pemerintah yang sepenuh hati dilaksanakan tanpa tebang pilih,” bebernya.
Atas kunjungan silaturahmi anggota DPRD Kutim Kidang ke Pjs Bupati Jauhar di ruang kerjanya memberikan kehormatan dan kebanggan tersendiri. “Terima kasih bapaknya wakil rakyat yaitu anggota DPRD Kutim bapak Kidang bahkan antusias bersama keluarga ajangsana ke saya. Suatu rasa bangga plus haru dan kehormatan bagi saya serta kebersamaan ini akan senantiasa saya kenang. Karena baru beliaulah anggota DPRD Kutim yang berkenaan bersilaturahmi di ruang kerja saya ini. Sekali lagi terima kasih mendalam,” tuturnya.
Pjs Bupati berharap, DPRD dapat terus menjalankan fungsi pengawasan (controling) terutama dalam penyerapan dan penggunaan anggaran “ Jika kepala daerah tidak tepat sasaran menggunakan anggaran, maka kritislah, suarakan, ingatkan agar kembali dalam konteks amanah demi kelancaran beragam program yang telah dirancang dan tetapkan agar jangan sampai tertunda-tunda lagi. Awasi betul anggaran, saya titipkan amanat ini kepada pak Dewan Kidang,” tutup Jauhar. (tim)


