KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Herman S. Pane kembali dipercaya memimpin Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kota Balikpapan untuk periode 2025–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Aula Disparpora, Sabtu (17/1/2026), dengan dukungan penuh dari seluruh klub anggota.
Herman Pane menegaskan, proses pemilihan tetap dijalankan sesuai mekanisme organisasi meski berlangsung secara aklamasi. Muskot melibatkan 11 klub menembak yang memiliki hak suara, serta mengikuti ketentuan yang berlaku di bawah naungan KONI dan Pengurus Besar Perbakin.
“Walaupun aklamasi, prosedur tetap kami jalankan secara transparan dan berjenjang. Tidak ada penunjukan sepihak. Semua sesuai aturan organisasi,” ujar Herman Pane.

Memasuki periode kedua kepemimpinannya, ia menargetkan keberlanjutan program-program yang telah berjalan dengan baik. Ia juga menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan pengalaman dari pengurus lama kepada kepengurusan baru demi menjaga stabilitas dan prestasi organisasi.
Di bidang prestasi, ia mengakui Perbakin Balikpapan menunjukkan performa yang cukup konsisten, terutama melalui pembinaan atlet usia dini dan sekolah menembak. Menurutnya, sekitar 75 persen perolehan medali emas selama ini berasal dari atlet binaan sekolah menembak.
“Antusiasme anak-anak sekolah menembak sangat tinggi. Inilah yang menjadi kekuatan utama kami dan harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan Perbakin Balikpapan menargetkan peningkatan prestasi hingga mampu merebut kembali gelar juara umum pada ajang-ajang besar. Untuk mendukung hal tersebut, berbagai kejuaraan rutin akan tetap digelar, mulai dari event triwulanan bagi pelajar dan umum, hingga Balikpapan Open yang konsisten dilaksanakan setiap tahun.
Dalam waktu dekat, Perbakin Balikpapan berencana menggelar event pada awal Februari 2026, bahkan sebelum pelantikan pengurus resmi. Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga tradisi prestasi.
“Mencari juara itu mungkin mudah, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Karena itu kami tidak ingin menunggu. Pengurus harus bergerak cepat, berkorban waktu, tenaga, bahkan materi demi atlet,” tegasnya.
Sebagai catatan, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI/2022 di Berau, Balikpapan harus puas finis di peringkat kedua dengan raihan 12 medali emas, 12 perak, dan 10 perunggu. Sementara tuan rumah keluar sebagai juara umum dengan 16 emas, 11 perak, dan 14 perunggu.
Pun di Popda PPU tahun lalu, Kota Minyak juga berada di peringkat kedua perolehan akhir dengan 9 emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Hanya kalah perolehan medali perak oleh juara umum Bontang yang mengoleksi 9 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. (and)


