Kaltimkita.com, SAMARINDA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, secara resmi menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali untuk periode kedua (2026–2030). Keputusan ini ia sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pencapaian prestasi olahraga Kaltim.
Murni Pilihan Hati Nurani
Di hadapan awak media, Rusdi panggilan akrab wartawan senior itu menegaskan bahwa langkah untuk "gantung raket" dari kursi kepemimpinan KONI bukan karena desakan luar. Ia membantah keras rumor adanya tekanan politik dari pucuk pimpinan Kalimantan Timur.
"Keputusan ini adalah pilihan hati nurani sendiri dan rasa tahu diri saya. Kita harus jujur bahwa kita gagal memenuhi target masuk 5 besar pada PON XXI 2024 di Aceh-Sumut lalu. Sebagai pemimpin, saya mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut," ungkapnya dengan lugas.
Puji Profesionalitas Rudy-Seno
Rusdi juga mengklarifikasi spekulasi terkait hubungannya dengan Pemerintah Provinsi. Ia menegaskan bahwa Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji adalah sosok yang sangat profesional dalam mendukung kemajuan olahraga.
Ia membeberkan bukti nyata dukungan pemprov, yakni kucuran dana hibah murni tahun 2026 sebesar Rp16,5 miliar. Begitu juga dana hibah tahun 2025 sebesar Rp45,5 miliar meski proses penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tersebut dilaksanakan pada 11 Agustus 2025 di Balikpapan, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Rudy Mas'ud.
"Faktanya, perhatian beliau sangat luar biasa. Beliau sangat profesional. Jadi tidak benar ada tekanan. Justru dukungan anggaran untuk tahun 2026 sudah dikunci sejak tahun lalu (sebagai bukti komitmen pemerintah terhadap atlet kita," tambahnya.
Pesan untuk Nakhoda Baru: Harus Seirama dengan Pemerintah
Menatap masa depan, Rusdiansyah berharap sosok yang akan terpilih menjadi Ketua KONI Kaltim berikutnya mampu menjaga sinergitas dengan pemerintah daerah. Menurutnya, keselarasan visi antara KONI dan Gubernur adalah kunci utama prestasi.
"Siapa pun yang menjadi nakhoda KONI Kaltim empat tahun ke depan, syarat mutlaknya adalah harus sejalan dan seirama dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, dalam hal ini Bapak Gubernur Rudy Mas'ud. Olahraga tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah," tegas Rusdi.
Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kekuatan utama di kancah nasional. "Target kita jelas, olahraga Kaltim harus tetap menjadi yang terdepan di luar Pulau Jawa.".(rd)


.jpg)