Tulis & Tekan Enter
images

Samarinda 358 Tahun, Menjemput Takdir Kota Peradaban

Oleh: Rusdiansyah Aras

SAMARINDA hari ini bukan lagi sekadar kota di tepian sungai yang statis. Memasuki usianya yang ke-358, kita diajak menoleh sejenak ke belakang—ke era Walikota Kadrie Oening yang visioner, sang peletak dasar pembangunan kota. Di zamannya, hadirnya Pasar Segiri adalah simbol denyut nadi ekonomi rakyat. Namun, sejarah selalu butuh keberlanjutan, dan hari ini, estafet itu berada di tangan Dr. H. Andi Harun.

Transformasi Wajah Kota: Dari Kumuh Menjadi Megah

Jika dulu Balai Kota terkesan kusam dan kurang bertenaga, kini di bawah kepemimpinan Andi Harun, pusat pemerintahan itu bersalin rupa menjadi gedung yang megah dan berwibawa. Perubahan ini bukan sekadar estetika, melainkan simbol kebangkitan martabat warga Samarinda.

Tak berhenti di situ, penataan kawasan Pasar Segiri hingga bantaran Sungai Karang Mumus kini tampak jauh lebih asri. Kehadiran Jembatan Gantung Nibung menjadi pelengkap yang manis, membuktikan bahwa penataan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan fungsi ekonomi.

Menuju Standar Internasional: Teras Samarinda & Citra Niaga

Langkah berani Andi Harun terlihat jelas pada proyek-proyek ikonik:

Teras Samarinda: Kini kita punya ikon baru yang kemegahannya digadang-gadang menyamai pinggiran Sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand. Sebuah ruang publik yang memanusiakan warga.

Citra Niaga: Kawasan peraih Aga Khan Award ini direnovasi dengan sentuhan modern namun tetap menjaga nilai historisnya. Dengan konsep mirip Asiatique Bangkok, Citra Niaga kini menjadi rumah yang nyaman bagi para pelaku UMKM.

Pasar Pagi: Pasar legendaris yang dulu kumuh kini dirubuhkan untuk dibangun kembali menjadi pasar tradisional modern yang bersih dan tertata.

Menyongsong Masa Depan: 1 Juta Penduduk dan Konektivitas

Samarinda terus bergerak. Pembangunan Teras Samarinda direncanakan akan menyambung hingga ke depan Masjid Raya Darussalam, menciptakan koridor wisata religi dan publik yang terintegrasi.

Dengan jumlah penduduk yang kini menyentuh 1 juta jiwa lebih dan bertambahnya jumlah kecamatan, tantangan kota semakin kompleks. Namun, dengan harmoni kepemimpinan Andi Harun bersama Saefuddin Zuhri, optimisme itu tetap menyala.

Maju Samarindaku! Transformasi ini adalah kado terindah di hari jadi kota kita. Mari kita jaga apa yang telah dibangun, demi masa depan anak cucu di Kota Tepian yang kini kian membanggakan.(rd)


TAG

Tinggalkan Komentar

//