Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pergantian pejabat Kapolresta Balikpapan ditandai dengan parade farewell pedang pora di halaman Mapolresta Balikpapan, Kamis (8/1/2026).
Momen tersebut menandai berakhirnya masa kepemimpinan Kombes Pol Anton Firmanto sekaligus dimulainya tugas Kombes Pol Jerrold Kumontoy sebagai Kapolresta Balikpapan yang baru.
Di sela kegiatan, Kombes Anton menekankan bahwa loyalitas dalam institusi kepolisian harus berpijak pada pembinaan dan hukum.
"Loyalitas kepada pimpinan, termasuk dengan saat ini, yaitu kepada Pak Jerrold," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan Polri harus selalu dikaitkan dengan hukum agar kepercayaan publik tetap terjaga.
"Tolong kepemimpinan beliau dikaitkan dengan hukum, sehingga Polri ini akan selalu dipercaya oleh masyarakat," kata Anton.
Anton menyebut bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam struktur organisasi Polri.
Menurutnya, regenerasi adalah konsekuensi dari sistem yang sudah diatur dan tidak boleh disikapi secara berlebihan.
"Kalau ada pergantian, itu hal yang biasa karena regenerasi dan struktur organisasi yang mengharuskan seperti itu," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh personel tetap berada dalam satu ikatan institusi dan tidak boleh ada pembedaan di antara anggota.
Ia juga meyakini kepemimpinan yang baru akan melanjutkan pembinaan yang telah berjalan.
Anton menjelaskan bahwa kebijakan kepolisian harus disesuaikan dengan kondisi lokal.
"Ketentuan-ketentuan atau garis-garis dalam permasalahan besar kepolisian itu harus disesuaikan dengan situasi budaya, iklim warganya, dan sumber daya manusia di Polrestanya," tuturnya.
Anton juga mengingatkan bahwa kondisi Polresta Balikpapan saat ini tidak tercapai secara instan. Ia menilai bahwa capaian yang ada merupakan hasil perjuangan bersama seluruh personel.
Sementara itu, pejabat baru Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Kumontoy, menyebut masa kepemimpinan sebelumnya bukanlah waktu yang singkat dan telah diisi dengan berbagai pencapaian.
Kombes Jerrold meyakini, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dan dukungan keluarga pimpinan sebelumnya.
Sebagai pejabat baru, ia berharap dukungan yang sama juga diberikan kepadanya agar kesinambungan kepemimpinan tetap terjaga.
Ia berjanji tidak akan menghapus hal-hal positif yang telah ditinggalkan. Dia menegaskan, tidak ada hal-hal yang yang bernilai negatif yang akan dihapus.
"Tidak ada hal-hal yang beliau tinggalkan yang bernilai negatif yang akan saya hapus. Justru saya akan melihat mana yang perlu saya akselerasikan," tegasnya.
Menurutnya, fokus ke depan adalah mempercepat dan menerjemahkan harapan serta mimpi pimpinan sebelumnya dalam pelaksanaan tugas.
Ia menegaskan bahwa rutinitas pembinaan, termasuk kegiatan ibadah sebelum pelaksanaan tugas berat, harus tetap dijalankan.
"Tidak perlu memanfaatkan pergantian pimpinan ini untuk menunggu kebijakan baru," katanya. (zyn)


