Tulis & Tekan Enter
images

Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo

Kariangau Gandeng Perusahaan Lewat Skema Orang Tua Asuh untuk Tekan Stunting

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Kelurahan Kariangau terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui pola kolaborasi lintas sektor, termasuk melibatkan pihak swasta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan program Orang Tua Asuh bagi balita yang berisiko stunting.

Dalam pelaksanaannya, pendamping wilayah turut berperan aktif memantau kunjungan keluarga ke Posyandu serta mengawasi perubahan perilaku dalam pemberian makanan harian. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi yang diberikan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, mengatakan bahwa keterlibatan sektor swasta memiliki kontribusi besar dalam mempercepat penanganan kasus stunting di wilayahnya. Melalui program ini, perusahaan dilibatkan secara langsung untuk mendampingi keluarga sasaran.

“Peran swasta sangat besar. Kami menunjuk perusahaan untuk menjadi orang tua asuh bagi balita yang teridentifikasi berisiko stunting. Mereka ikut mendampingi sampai kondisi gizi dan pertumbuhannya membaik,” ujar Singgih, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, perusahaan tidak hanya memberikan bantuan berupa paket gizi, tetapi juga terlibat dalam pendampingan dan pemantauan bersama kader kesehatan serta pihak Puskesmas. Dukungan tersebut dijalankan dalam komitmen jangka menengah agar hasilnya dapat terlihat secara bertahap.

Sejumlah perusahaan yang telah terlibat dalam program ini di antaranya Pertamina, PLN, Petrosea, PT Apical, Interport, dan Bayan Group. Kolaborasi ini disusun dengan mempertimbangkan kedekatan wilayah operasional perusahaan dengan permukiman warga, sehingga pendampingan dapat dilakukan lebih optimal.

Lebih lanjut, program Orang Tua Asuh juga berperan dalam memperkuat edukasi kepada keluarga terkait pola makan sehat, kebersihan lingkungan rumah tangga, serta pentingnya imunisasi dasar bagi anak.

Dengan pendekatan yang menyentuh langsung keluarga dan lingkungan, diharapkan upaya penanganan stunting dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan sejak usia dini.

Singgih menambahkan, pihak kelurahan berencana memperluas kerja sama dengan lebih banyak perusahaan di masa mendatang guna memperkuat jangkauan program.

“Kolaborasi ini bukan hanya membantu anak yang sedang dalam pendampingan, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab kolektif,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, Kelurahan Kariangau optimistis angka stunting dapat terus ditekan dan kualitas kesehatan anak semakin meningkat. (ref)



Tinggalkan Komentar

//