Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Rentetan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan telah merenggut sekitar 867 jiwa hingga saat ini, menjadi pukulan berat bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.
Peristiwa tersebut kembali membuka mata bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dianggap sepele, terlebih di tengah perubahan iklim yang kian nyata.
Menanggapi kondisi ini, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyampaikan seruan penting terkait paradigma pembangunan dan tata kelola lingkungan, khususnya di Kalimantan Timur.
Ya, dalam gelaran Konferensi Daerah KONFERDA dan Konferensi Cabang (KONFERCAB) PDI Perjuangan yang dihadiri sebanyak 512 pengurus se-Kalimantan Timur di Balroom Hotel Novotel, Senin (8/12/2025), Hasto menekankan bahwa Kaltim memiliki posisi geopolitik strategis karena berada di kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Kondisi ini, katanya, seharusnya mengubah cara pandang seluruh pemangku kepentingan dalam memandang laut sebagai pusat orientasi pembangunan.
“Dalam KONFERDA dan KONFERCAB tadi kami tegaskan, posisi geopolitik Kalimantan Timur yang membentang pada ALKI II menuntut perubahan paradigma. Laut harus menjadi halaman depan kita,” ujarnya.
Menurut Hasto, orientasi pembangunan yang terlalu berfokus pada daratan kerap berujung pada kerusakan hutan, praktik penambangan liar, hingga degradasi lingkungan yang menimbulkan bencana ekologis.
Ia juga mengingatkan kembali pesan politik lingkungan dari Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri agar bangsa ini selalu belajar dari bencana yang terjadi.
“Kita menyaksikan apa yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan wilayah lainnya. Ini harus menjadi pelajaran penting,” tegasnya.
Hasto mendorong agar pengelolaan hutan dilakukan lebih ketat, termasuk penerapan moratorium hutan, penataan tata kelola lingkungan, serta pengawasan terhadap eksploitasi sumber daya alam.
Pun demikian, ia menekankan bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Jika kita ingin masa depan yang lebih aman dan berkelanjutan, maka menjaga hutan dan laut adalah keharusan,” pungkasnya. (lex)


