Tulis & Tekan Enter
images

Gubernur Rudy: “Diplomasi Setir Kiri” dan Asa Jalan Mulus Kaltim

Catatan: Rusdiansyah Aras

SENIN pagi di VIP Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan bukan sekadar seremoni penyambutan pejabat negara. Ada pemandangan menarik yang terekam kamera: Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud—yang akrab kita sapa Harum—duduk di balik kemudi mobil dinas KT 1. Di sampingnya, duduk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ini bukan sekadar sopan santun tuan rumah. Ini adalah “Diplomasi Setir Kiri”. Sebuah langkah taktis dari seorang Gubernur untuk memastikan pesan rakyat sampai ke telinga pengambil kebijakan pusat tanpa sekat, tanpa protokoler yang kaku.

Menjemput Harapan di Atas Aspal

Gubernur Harum baru saja kembali dari perjalanan darat menuju Kutai Barat. Ia merasakan sendiri bagaimana “goyangan” jalan nasional yang masih jauh dari kata ideal. Pengalaman empiris itulah yang ia “curhatkan” langsung kepada Menko AHY sepanjang perjalanan menuju Harum Resort.

Ada beberapa poin krusial yang patut kita garis bawahi dari pertemuan ini:

Komitmen Jalan Nasional: Menko AHY memberikan garansi untuk mengawal perbaikan infrastruktur jalan nasional di Kaltim. Ini angin segar, mengingat status Kaltim sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).

Terobosan Sotek–Bongan: Ruas Sotek–Bongan selama ini menjadi “jalur abu-abu” karena statusnya yang non-nasional. Namun, Harum mengambil langkah berani: Perbaiki dulu dengan APBD, baru serahkan ke Pusat.

Efisiensi Logistik: Jalur Sotek–Bongan bukan sekadar jalan. Ini adalah urat nadi. Jika jalur ini mulus, distribusi barang, BBM, dan mobilitas warga menuju Kutai Barat serta Mahakam Ulu akan terpangkas drastis.

Simpul Strategis: IKN dan RDMP

Kehadiran Menko AHY di Balikpapan juga berkaitan dengan agenda besar Presiden Prabowo Subianto yang akan meresmikan Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Artinya, mata nasional sedang tertuju ke Kaltim.

Gubernur Harum sangat jeli memanfaatkan momentum. Ia tahu betul bahwa infrastruktur energi (RDMP) harus didukung oleh infrastruktur jalan yang mumpuni. Tidak boleh ada ketimpangan antara megahnya IKN dan kilang minyak dengan jalan-jalan penghubung ke wilayah penyangga.

Sebuah Janji yang Dikawal

“Beliau akan mengawal pembangunan infrastruktur jalan-jalan nasional di Kaltim,” tegas Gubernur. Kalimat ini adalah janji publik. Kita tentu berharap, dari obrolan santai di dalam kabin mobil KT 1 itu, lahir kebijakan konkret yang dirasakan manfaatnya oleh sopir truk logistik, pedagang pasar, hingga warga Mahulu yang selama ini mendambakan akses darat yang layak.

Kaltim tidak sedang meminta keistimewaan, Kaltim hanya meminta haknya sebagai beranda depan pembangunan Indonesia masa depan. Dan lewat “Diplomasi Setir Kiri” Rudy Mas’ud, kita optimis, jalan terjal menuju kemajuan itu perlahan akan mulai rata.(rd)

 



Tinggalkan Komentar

//