Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pengamanan ibadah malam Natal dan ibadah Natal di Kota Balikpapan tahun ini difokuskan pada pengendalian akses dan penyisiran teknis untuk mencegah potensi ancaman sejak sebelum jemaat memasuki area gereja.
Langkah tersebut dilakukan oleh Satgas Pengamanan Tempat Ibadah Polda Kalimantan Timur menjelang pelaksanaan ibadah Natal.
"Pengamanan untuk tahun ini, khususnya dalam perayaan ibadah malam Natal dan ibadah Natal besok, kami menargetkan situasi yang benar-benar aman sejak awal," ujar Kasub Satgas Pengamanan Tempat Ibadah Polda Kaltim, Bripka Fernando Panjaitan, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, pengamanan tidak hanya berfokus di dalam bangunan gereja, tetapi diarahkan pada area parkir, halaman, serta sisi luar gedung, baik di bagian kanan maupun kiri, guna mencegah masuknya barang berbahaya dari luar lingkungan gereja.
"Kami melaksanakan sterilisasi melalui penyisiran menggunakan K-9 atau satwa anjing pelacak pendeteksi bahan peledak serta bekerja sama dengan tim Gegana Satbrimob Polda Kaltim," katanya.
Berdasarkan data pengamanan, kata Fernando, jumlah gereja di Kota Balikpapan terdiri dari gereja Katolik dan Protestan mencapai 144 gereja.
Sehingga pelaksanaan sterilisasi dan pengamanan dilakukan dengan sistem pembagian tugas sesuai jadwal masing-masing lokasi.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Satgas Pengamanan hanya mengoperasikan dua unit K-9 di wilayah Balikpapan.
Sementara personel juga harus menjalankan tugas Bantuan Kendali Operasi ke Kabupaten Kutai Timur serta melakukan sterilisasi di sejumlah gereja besar.
"Yang kami sisir adalah hal-hal yang patut diwaspadai, khususnya benda yang menyerupai bahan peledak, berbau mencurigakan, memiliki sumbu, atau menggunakan alat-alat listrik," jelas Fernando.
Hingga seluruh rangkaian penyisiran dilaksanakan, tidak ditemukan adanya bahan peledak maupun benda mencurigakan yang berpotensi membahayakan pelaksanaan ibadah Natal di gereja-gereja yang telah disterilisasi.
"Untuk sementara ini, dari hasil sterilisasi yang kami laksanakan, tidak ditemukan adanya bahan peledak atau benda sejenis," tutup Bripka Fernando. (zyn)


