Tulis & Tekan Enter
images

PHBS Jadi Bagian Pembentukan Karakter Siswa di Kariangau

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, menegaskan pentingnya pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak usia dini melalui lingkungan sekolah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosialisasi PHBS yang digelar bersama Koramil Balikpapan Barat dan CSR PT Interport di salah satu sekolah di wilayah Kariangau.
Menurut Singgih, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak-anak, termasuk dalam penerapan pola hidup sehat dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“PHBS harus ditanamkan sejak dini karena anak-anak adalah generasi penerus yang nantinya akan membawa kebiasaan baik ini ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Sekolah menjadi tempat yang sangat tepat untuk membangun kesadaran tersebut,” kata Singgih, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kelas, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga kesehatan diri merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.
Menurutnya, penerapan PHBS tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga membantu meningkatkan disiplin dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

e78897a3-ac74-4f8a-aed8-a043e4c64aae

“Kalau anak-anak terbiasa hidup bersih dan sehat, maka lingkungan sekolah juga akan lebih nyaman. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Singgih juga mengapresiasi keterlibatan Koramil Balikpapan Barat dan CSR PT Interport yang dinilai aktif mendukung kegiatan edukasi di wilayah Kariangau. Ia menilai sinergi antara pemerintah, TNI, perusahaan, dan sekolah menjadi langkah positif dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Kami tentu menyambut baik kegiatan seperti ini. Kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, terutama terkait pola hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Ia berharap sosialisasi PHBS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu diterapkan secara konsisten oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.

“Yang paling penting adalah keberlanjutannya. Anak-anak harus terus dibiasakan menerapkan hidup bersih dan sehat agar menjadi budaya positif dalam kehidupan mereka,” tambah Singgih.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, praktik mencuci tangan yang benar, serta pemahaman mengenai bahaya membuang sampah sembarangan.
Singgih menilai antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan menjadi pertanda baik bahwa edukasi kesehatan masih sangat efektif diberikan melalui pendekatan langsung di lingkungan sekolah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran hidup sehat semakin meningkat di lingkungan masyarakat, dimulai dari anak-anak sekolah,” tutupnya.(ref)



Tinggalkan Komentar

//