Kaltimmita.com, BALIKPAPAN — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli hewan kurban.
Pemerintah Kota meminta warga memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi sehat dan berasal dari lokasi penjualan resmi yang telah melalui pemeriksaan petugas.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan peningkatan pengawasan terhadap hewan kurban dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit hewan menular.
Menurutnya, setiap tahun Balikpapan menerima pasokan hewan kurban dari berbagai daerah, sehingga pengawasan kesehatan menjadi hal yang sangat penting dilakukan sejak awal distribusi.
“Kami ingin memastikan hewan kurban yang masuk dan dijual di Balikpapan benar-benar sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat,” ujar Sri Wahyuningsih, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, DKP3 melakukan pemeriksaan secara bertahap mulai dari pengecekan dokumen kesehatan hewan, pemeriksaan di titik karantina, hingga pemantauan langsung di lokasi penjualan hewan kurban.
Petugas juga melakukan pemeriksaan fisik terhadap hewan untuk memastikan tidak terdapat gejala penyakit menular seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), infeksi kulit, maupun gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, hewan kurban juga diperiksa dari sisi kelayakan umur sesuai ketentuan syariat. Untuk sapi misalnya, petugas memastikan hewan telah memenuhi batas usia minimal yang ditandai dengan pergantian gigi.
“Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, baik dari kondisi fisik maupun dokumen kesehatan asal hewan,” jelasnya.
Sri Wahyuningsih menambahkan, pemerintah kota juga memperhatikan kondisi lokasi penjualan hewan kurban. Penjual diminta menjaga kebersihan kandang sementara serta memastikan limbah dan kotoran hewan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Menurutnya, pengaturan lokasi penjualan penting dilakukan agar aktivitas jual beli hewan kurban tetap tertib dan tidak menimbulkan keluhan masyarakat.
“Kami juga mengingatkan penjual untuk menjaga kebersihan lingkungan karena ini menyangkut kenyamanan warga sekitar,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak tergiur membeli hewan kurban dengan harga murah tanpa memastikan kondisi kesehatan hewan tersebut. Warga disarankan membeli di lapak resmi yang telah mendapatkan pengawasan dari DKP3 maupun petugas kesehatan hewan.
Selain melihat kondisi fisik hewan, masyarakat juga diminta memperhatikan tanda kesehatan seperti mata yang cerah, bulu bersih, gerakan aktif, dan nafsu makan hewan.
“Kalau masyarakat ragu, silakan tanyakan surat kesehatan hewan kepada penjual,” ujarnya.
DKP3 Balikpapan akan terus melakukan pengawasan hingga mendekati hari pelaksanaan Idul Adha. Pemerintah berharap seluruh proses distribusi dan penjualan hewan kurban dapat berjalan aman serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang akan beribadah kurban.
Dengan pengawasan yang diperketat dan partisipasi masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat, pelaksanaan Idul Adha di Balikpapan diharapkan berlangsung lancar, aman, dan bebas dari risiko penyakit hewan menular. (ref/adv diskominfo Balikpapan)


