Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Petugas mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Honda Beat dan truk Isuzu NMR di Jalan Sultan Hasanudin, Kariangau, Balikpapan Barat, Kamis (26/2/2026) malam. (Ist/Polantas Balikpapan)

Dua Remaja Balikpapan Tewas Usai Diduga Gagal Cornering, Jatuh Dahulu Sebelum Terseret Membentur Truk

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kronologi kecelakaan lalu lintas yang merenggut dua nyawa di Jalan Sultan Hasanudin, Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 20.58 Wita. 

Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol MD Djauhari, mengonfirmasi bahwa insiden ini melibatkan kendaraan roda dua jenis Honda Beat bernopol KT 4978 VR yang berbenturan keras dengan truk roda enam Isuzu NMR KT 8402 YM.

Kecelakaan bermula ketika pengemudi truk, Amir (49), melaju dari arah KKT menuju Pelabuhan Ferry Kariangau.

Saat melintasi Jalan Sultan Hasanudin yang memiliki kontur jalan menikung dan marka garis putih utuh, muncul sepeda motor Honda Beat dari arah berlawanan.

Sepeda motor tersebut dikendarai oleh warga RT 14 Kariangau, yakni Fadly Firdaus (16) yang berboncengan dengan Gilang Al Amin (12). 

Pemotor itu diduga tengah melakukan aksi cornering atau memiringkan kendaraan saat melewati tikungan di depan Pondok Pesantren Jamiatul Islamiyah. 

"Pengemudi dan penumpang kendaraan roda dua Honda Beat terjatuh dan terseret hingga masuk ke jalur kendaraan roda enam Isuzu NMR," ungkap Kompol Djauhari, Jumat (27/2/2026). 

Akibat posisi jatuh yang masuk ke jalur lawan, kedua remaja tersebut tidak mampu menghindar dan langsung membentur bagian depan truk Isuzu.

Benturan keras itu mengakibatkan Fadly Firdaus dan Gilang Al Amin meninggal dunia di lokasi kejadian. 

Sementara itu, pengemudi truk yang merupakan warga Jalan Proklamasi, Kelurahan Batu Ampar, dilaporkan tidak mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material akibat kerusakan kedua kendaraan diperkirakan mencapai Rp4 juta. 

Berdasarkan penyelidikan awal, lanjut Djauhari, pihaknya menduga faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Kurangnya kehati-hatian pengemudi motor saat melibas tikungan tajam memicu hilangnya kendali atas kendaraan.

"Faktor penyebab kecelakaan diduga berasal dari faktor manusia, yaitu pengemudi kendaraan roda dua yang kurang hati-hati saat melewati jalan menikung," tegas Kompol Djauhari.

Selain faktor kesalahan manusia, kondisi lingkungan di TKP juga menjadi sorotan pihak kepolisian. Meski cuaca dilaporkan cerah, minimnya sarana prasarana di jalanan tersebut disinyalir ikut memperburuk keadaan.

"Dari faktor cuaca, kejadian berlangsung pada malam hari dengan cuaca cerah, namun penerangan jalan kurang memadai," tambah Kasatlantas.

Kondisi jalan di lokasi kejadian sebenarnya berupa aspal yang layak dengan arus lalu lintas yang cenderung sepi.

Pasca-kejadian, penyidik Satlantas Polresta Balikpapan langsung bergerak cepat dengan melakukan serangkaian prosedur hukum di lokasi.

Tindakan yang diambil meliputi olah TKP secara mendalam, pengumpulan data identitas para saksi, hingga pengamanan barang bukti berupa dua kendaraan yang terlibat.

Selain itu, polisi juga telah menghubungi keluarga korban untuk menyampaikan informasi mengenai musibah tersebut. Kasus ini kini tengah ditangani lebih lanjut oleh unit laka lantas guna memastikan seluruh prosedur hukum terpenuhi.

"Kami juga sudah mengamankan barang bukti dan menyampaikan informasi kepada keluarga korban maupun pihak yang terlibat," pungkas Kompol Djauhari. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//