Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Di balik geliat pembangunan dan pertumbuhan kota, persoalan kabel utilitas yang semrawut masih menjadi pemandangan yang belum terselesaikan. Kabel-kabel yang menjuntai di tiang listrik dan melintang di udara dinilai tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Isu tersebut kini menjadi perhatian DPRD Kota Balikpapan. Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan, penataan kabel bukan sekadar mempercantik wajah kota.
Menurutnya, aspek keselamatan publik menjadi pertimbangan utama. Dalam kondisi cuaca ekstrem, kabel gantung berisiko putus atau roboh dan membahayakan pengguna jalan. Di beberapa titik, instalasi yang tidak tertata juga berpotensi memicu korsleting, bahkan kebakaran.
Selain jaringan utilitas umum, sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) masih menggunakan sistem kabel udara. Kondisi ini dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak menjadi sumber risiko di kemudian hari.
"Kabel itu bisa bisa saja putus atau roboh kalau cuaca ekstrem, dan itu rawan. Sementara itu di beberapa titik, kabel juga berisiko tersentuh hewan yang memicu korsleting atau kebakaran,” terangnya saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan, Senin (2/3/2026).
Kendati demikian, Adi sapaan karibnya menyatakan, penataan jaringan utilitas tengah dikoordinasikan lintas komisi, mengingat secara teknis berada dalam lingkup tugas Komisi III.
“Komunikasi terakhir, Komisi III sedang mempersiapkan langkah penertiban, termasuk opsi penggantian kabel udara menjadi kabel bawah tanah. Untuk detail progresnya, kami masih menunggu pembahasan lanjutan,” ungkapnya.
Permasalahan kabel semrawut, lanjut politisi Golkar tersebut, tersebar hampir di seluruh wilayah Balikpapan. Karena itu, DPRD mendorong penanganan dilakukan secara bertahap dan merata di setiap kecamatan, dengan perencanaan yang matang serta koordinasi antarinstansi.
Meski bukan pelaksana teknis, Komisi II akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar program penataan berjalan sesuai rencana. DPRD, kata Adi, ingin memastikan transformasi infrastruktur kota benar-benar terwujud.
Penataan jaringan bawah tanah diharapkan menjadi langkah strategis menuju Balikpapan yang lebih tertib, aman, dan modern.
“Harapannya, ke depan tidak ada lagi kabel yang melintang di udara dan membahayakan masyarakat,” pungkasnya. (lex)


