Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Penanaman jagung serentak Kuartal I 2026 dalam program ketahanan pangan Polda Kaltim di Balikpapan, Sabtu (7/3/2026). (Ist/Polda Kaltim)

Polda Kaltim Kaltim Produksi 4.176 Ton dari Program Ketahanan Pangan, Lahan Eks Tambang Disasar Jadi Area Jagung

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025 mencatat pemanfaatan lahan pertanian seluas 2.785,3 hektar dengan total produksi panen mencapai 4.176 ton. 

Capaian tersebut disebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengungkapkan, peningkatan produksi tersebut mencapai 248 persen jika dibandingkan dengan hasil program pada tahun sebelumnya. 

Angka itu muncul dari perluasan lahan produktif serta berbagai skema kerja sama yang dilakukan Polda Kaltim bersama sejumlah pihak.

"Selama tahun 2025 program ketahanan pangan yang dijalankan Polda Kaltim dan jajaran telah berhasil memanfaatkan lahan seluas 2.785,3 hektar dengan total produksi panen mencapai 4.176 ton," kata Irjen Endar, dikutip Minggu (8/3/2026). 

Selain produksi panen, sebagian hasil pertanian juga diserap oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Sepanjang 2025, penyerapan hasil panen tercatat mencapai 281 ton.

Memasuki tahun 2026, penyerapan tersebut masih berlangsung. Hingga Maret 2026, jumlah hasil panen yang terserap Bulog tercatat sekitar 39 ton atau rata-rata 13 ton per bulan. 

Polda Kaltim juga mencoba memperluas sumber lahan pertanian dengan memanfaatkan kawasan bekas aktivitas tambang.

Kerja sama dengan sejumlah perusahaan pertambangan dilakukan untuk menggunakan lahan eks tambang sebagai area penanaman jagung.

"Kami terus melakukan berbagai inovasi,salah satunya melalui kerja sama dengan perusahaan pertambangan untuk memanfaatkan lahan eks tambang seluas sekitar 255,2 hektar sebagai lahan penanaman jagung," ujarnya.

Selain sektor tambang, Polda Kaltim juga menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit yang telah menyiapkan lahan sekitar 534,4 hektar untuk mendukung program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, program ketahanan pangan ini juga mengadopsi pendekatan kolaboratif. Polda Kaltim mengembangkan model sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, serta media.

Model kerja sama tersebut diterapkan melalui metode zero waste system. Sistem ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, hingga pengolahan kompos agar proses produksi lebih efisien dan memiliki nilai ekonomi tambahan.

Sebagai tahap pengembangan berikutnya, Polda Kaltim juga menyiapkan program industrial farming dengan total lahan sekitar 275 hektar yang tersebar di beberapa wilayah di Kalimantan Timur.

"Sebagai langkah pengembangan, Polda Kaltim juga menyiapkan program industrial farming dengan total lahan sekitar 275 hektar yang tersebar di beberapa wilayah," jelas Endar.

Lahan tersebut antara lain berada di Polres Penajam Paser Utara seluas 25 hektar, Kutai Barat 50 hektar, Kutai Timur 45 hektar, Berau 30 hektar, Kutai Kartanegara 20 hektar, Paser 20 hektar, Bontang 20 hektar, serta Samarinda 5 hektar.

Selain itu, Polda Kaltim juga menyiapkan proyek percontohan atau pilot project seluas 60 hektar yang berada di wilayah Kutai Kartanegara.

Melalui pengembangan program tersebut, Polda Kaltim menargetkan perluasan lahan tanam hingga 1.600 hektar pada 2026. 

"Target ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk mengembangkan pola pertanian produktif di Kalimantan Timur," tutup mantan Direktur Penyidikan KPK tersebut. (zyn) 



Tinggalkan Komentar

//